JAKARTA– Pesinetron, penyanyi dan model muda Ina Marika tak menyangka bisa dipilih untuk bermain dalam film sejarah bangsa berjudul Moonrise Over Egypt garapan sutradara Pandu Adipura.
Film tentang perjuangan diplomatik delegasi Indonesia pimpinan Haji Agus Salim ke Mesir dalam upaya mendapatkan dukungan kedaulatan Republik Indonesia dari Mesir di tahun 1947 itu bagi Ina adalah hal yang sangat spesial.
Berperan sebagai gadis Malaysia bernama Zahra, Ina yang sebelumnya membintangi film London Love Story serta puluhan FTV ini beradu akting dengan Reza Smash.
“Meski Reza baru pertama kali ini main film, tapi dia mampu berakting maksimal, dan itu bikin aku ngga banyak menemui kesulitan sewaktu satu frame dengan dia,” ungkap gadis 19 tahun kelahiran Jakarta, 6 Januari 1999 pada Pos Kota, Rabu (21/2) saat lounching di Jakarta Selatan.
Untuk memenuhi tuntutan dialog Melayu, Ina pun bekutat di depan komputer, melihat video-video bahasa dan dialog Melayu Malaysia.
“Meski tokoh Zahra adalah tokoh fiktif, tapi aku merasa berkewajiban untuk memaksimalkan akting, terutama dialognya. Aku pun bener-bener belajar,” tuturnya.
Bahkan menurutnya, beberapa pemain sempat terkecoh, dikira dia orang Melayu asli.
“Mereka nanya, kamu Melayunya dimana? He he..,” ungkapnya tertawa senang.
Meski film perjuangan diplomatik, tapi sentuhan intrik percintaan dan hubungan asmara juga digambarkan dalam film yang akan diputar pada Maret mendatang ini. Dan Ina menjadi bagian dari intrik percintaan tersebut.
“Karakter dan penampilan aku pastilah beda dengan anak sekarang. Dialognya juga beda banget. Aku kayak memasuki jaman dulu dan emang sutradara mewajibkan kita agar bener-bener seolah-olah hidup pada jaman itu. Keseharian aku orangnya manja banget. Sedang karakter Zahra sangat dewasa,” beber Ina lagi.
Artis yang memulai debutnya di ranah akting lewat serial Masa Asyik dan FTV Cinderella Rasa Cokelat Stroberi tahun 2015 lalu ini mengaku hanya mengandalkan arahan sutradara dan dialog dalam skenario.
“Agak berat sih, karena karakter orang-orang dulu sangat serius, apalagi pejuang dan intelektual. Tapi aku bersyukur banget karena bisa menjadi bagian dari cerita perjuangan itu walau hanya dalam film,” urai pemeran Venus dalam serial Pacarku Dari Langit ini.
Lewat film yang merangkum upaya utusan Indonesia tiba di Kairo guna menjalani tugas diplomatik penting, mengupayakan terbitnya pengakuan de jure atas kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia dari pemerintah Mesir ini, Ina berharap generasi muda sekarang bisa belajar dan memahami perjuangan politik dan diplomasi para pahlawan bangsa.
“Mungkin dengan begitu, kita sebagai generasi muda makin mencintai Merah Putih dan bisa menghargai para pahlawan dengan tulus serta tidak melupakan sejarah,” ungkap mahasiswi jurusan bahasa ini lagi.
Selain dia dan Reza Smesh, bintang lainnya adalah Satria Mulia berperan sebagai Mohammad Rasjidi, Menteri Agama pertama Indonesia, Pritt Timothy sebagai Haji Agus Salim, Mark sungkar, Vikri Rahmat, Bisma Wijaya, drh Ganda, James Ripley Dickson, Alex Jhunany, Harry Bond Jr, Chis De Lima, Chintya Cheye, Steven Almiro, Adrian Akbar, dll. (ali/d)