Selasa, 24 Juli 2018

Nobar Film ” 22 Menit The Movie” di Mana-mana

JAKARTA – Lawan kejahatan terorisme, jajaran Polres Jakarta Barat bersama masyarakat menggelar nonton bareng (nobar) film “22 Menit The Movie” di Cinema XXI Mal Taman Anggrek, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Selasa (24/7/2018). Tak ketinggalan, puluhan awak media juga hadir menyaksikan film kisah nyata yang digarap Eugene Panji dan Myrna Paramita tersebut.

Film yang berdurasi 1 setengah jam ini mengisahkan upaya petugas kepolisian dalam mengatasi aksi teror Bom Thamrin yang terjadi di ibukota Jakarta tahun 2016 lalu. Masyarakat bisa melihat kejadian sebenernya bagaimana proses para teesangka teroris melancarkan aksinya hingga petugas kepolisian dalam menangani kejadian tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi melalui Kapolsek Tamansari AKBP Ruly Indra mengatakan saat film akan ditayangkan mengingatkan masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Barat agar selalu terbuka serta tetap saling mengawasi aspek kehidupan dilingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Karena tidak menutup kemungkinan pelaku teror ada di sekitar kita, namun jangan lengah dan tetap waspada,” kata AKBP Ruly Indra.

Selama Nobar, penonton dibuat trenyuh ketika film telah mencapai klimaks. Yakni, saat ledakan bom di pusat perbelanjaan sarinah diledakkan oleh pemain yang berperan sebagai teroris. Efek ledakan pun dibuat sang sutradara begitu apik, sehingga hampir menyerupai kejadian sebenarnya.

Usai Nobar, AKBP Ruly Indra menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang turut membantu memerangi aksi teroris, “Kita sampaikan terima kasih kepada masyarakat atas upaya membantu memerangi aksi teror,” ujarnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan pesan kamtibmas meminta masyarakat secara dini menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila di lingkungan terdapat orang-orang yang mencurigakan. Karena, katanya, dampak yang ditimbulkan akibat aksi keji para teroris sangat luar biasa.

“Masyarakat bersama-sama ikut melakukan pengamanan dan memberikan informasi kepada petugas guna mencegah secara dini terjadinya aksi terorisme,” pungkasnya.

Ibu Hastuti salah satu penonton film 22 menit ini mengaku, selama ini hanya mendapat informasi dari berbagai media tentang kejadian teror bom. Namun setelah menyaksikan film tersebut, seolah melihat secara langsung gambaran kejadian yang sebenarnya ujarnya.

Menurutnya, aksi teroris adalah perbuatan keji yang tidak bisa ditolerir dan harus dilakukan pencegahan agar jangan sampai terjadi di wilayah jakarta barat. “Mari kita sama-sama menjaga kesatuan. Kalau ada masyarakat yang mencurigakan maka silakan melapor kepada pihak berwenang, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan tambahnya.

Tayang Film 22 Menit tersebut mulai diputar secara serentak di sejumlah bioskop tanah air pada Kamis (19/7). Tontonan film tersebut mendapat antusias dari kalangan masyarakat bagaimana kekejaman teroris dan sebaliknya masyarakat tidak takut dengan aksi teroris. (ilham/b)

Let's block ads! (Why?)