JAKARTA – Meringkuk di tahanan tidak membuat rejeki Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu seret. Uang terus mengalir ke rekening pribadinya dari hasil penjualan buku ‘Ahok di Mata Mereka’ yang ditetbitkan sejak Juli 2017 lalu.
Buku ‘Ahok di Mata Mereka’ adalah buku kumpulan testimoni orang-orang terdekat terhadap sosok mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Dalam penjualannya, buku di beri pesan tertulis secara khusus untuk pembeli dan juga dibubuhi tanda tangan Ahok. Semua pesan yang ditulis langsung oleh Ahok dikerjakan di balik jeruji besi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
“Lumayan, sampai miliaran. Terhitung sejak Agustus,” kata orang kepercayaan Ahok, Natanael Oppusunggu di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).
Adik kandung Ahok, Fifi Lety Indra membenarkan penjualan buku itu menjadi salah satu sumber pendapatan Ahok selama menjalani hukuman di penjara. Menurutnya tidak kurang 50 buku harus ditandatangai Ahok. Buku-buku tersebut sudah dipesan sebelumnya oleh pembeli.
“Sehari bisa sampai 50 buku, bapak harus tanda tangan (sesuai) order. Ada yang pesan sampa 100 di luar negeri. Bapak dapat uang banyak dari buku. Lebih kaya sih di penjara,” ujarnya.
Fifi menambahkan buku yang bisa dipesan melalui akun media sosial milik Ahok itu dikelola dan didistribusikan oleh perusahaan yang juga membayarkan pajak atas penjualan. Menurut Fifi buku ‘Ahok di Mata Mereka’ dijual Rp750 lengkap dengan tanda tangan Ahok. Hasil penjualan buku yang juga dipesan dari luar negeri itu digunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari keluarganya.
“Untuk biaya hidup segala macem. Untuk juga kegiatan sosial,” tandasnya.
Fifi mengungkapkan saat ini Ahok tengah menyelesaikan buku tentang pengalaman spiritualnya selama di penjara. ” Ini lagi nulis buku lagi renungan Alkitab. Jadi dia udah ada beberapa renungan Alkitab ada renungan harian. Nanti 365 hari orang bisa ikutin bapak selama di sel,” pungkas Fifi.
(ikbal/sir)