JAKARTA – Dalam pegelaran wayang kulit yang akan di gelar di Silang Monas Jakarta Sabtu malam (14/4/2018) nanti, Ki Gunarto Talijendro akan mengkombinasikan nuansa wayang kulit dengan ketoprakan.
Hal itu dilakukannya karena berangkat dari kebiasaan warga kampungnya di Gunung Kidul Yogyakarta yang kerap meminta dua kesenian sekaligus saat hajatan besar, namun hanya memiliki uang yang terbatas.
“Kalau hajatan orang desa itu suka minta wayang sama ketoprak tapi mereka duitnya terbatas untuk ngundang dua kesenian itu sekaligus. Nah karena itulah saya kawinkan nuansa ketoprak dan wayang kulit,” papar Ki Gunarto di kediamannya di Kompleks PTB Duren Sawit Jakarta Timur, Jumat (13/4/2018).
Saat ditanyakan mengenai praktik penyajiannya, Ki Gunarto berujar “Nanti pas perayaan HUT Pos Kota saya tunjukan,” katanya.
Ia pun berjanji akan memasukkan nuansa ketoprak dalam salah satu adegan ‘Pancasonya Wreksaning Bumi’ yang sangat kental dengan nuansa peperangannya.
Lebih lanjut, Gunarto ingin menjadikan kombinasi antara wayang dan ketoprak menjadi salah satu ciri khasnya kala memainkan pertunjukan wayang kulitnya.
“Ya saya pengennya ini jadi salah satu ciri khas saya, karena seorang seniman kan dituntut kreatif,” pungkasnya.(Cw4/tri)