Senin, 23 April 2018

Police Movie Festival 2018 Usung Tema Humanis

JAKARTA – Mengusung tema ‘humanis’, Police Movie Festival 2018 akan diikuti ratusan kreator dan sineas di seluruh Indonesia.

Ajang ini untuk memberikan kesempatan kepada cineas muda mengekspresikan karya mereka dalam bentuk film. Adapun kategori yang dilombakan adalah film pendek berdurasi 5 sampai 7 menit dan film animasi berdurasi 3 menit.

Karo Multimedia Divhumas Polri Brigjen Rikwanto selaku juri menjelaskan Police Movie Film 2018 ini mengangkat tema humanisme. Tujuannya, mendekatkan diri kepada masyarakat melalui sebuah karya film.

“Tema yang diangkat Humanisme tapi tetap bernuansa Kepolisian, agar Polisi makin dekat ke masyarakat, itu yang pertama. yang kedua, lahir sineas-sineas muda yang sanggup berkiprah di perfilman nasional, sukur-sukur ke internasional,” kata Rikwanto di Mandiri Inkubator Bisnis, Jalan Adityawarman, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).

Para cinemas diberi kesempatan untuk berimajinasi seluas-luasnya untuk menghasilkan karya terbaiknya dalam bentuk film pendek namun tetap ada beberapa aturan seperti tidak mengandung Suku, Agama, Ras, Antargolongan (SARA). “Mengkritik polisi boleh namun tetap membangun. Mengacu pada sisi kemanusiaan tanpa ada unsur SARA,” kata Rikwanto.

Untuk pesertanya sendiri bisa dari elemen manapun termasuk pelajar. Adapun hadiah yang diperebutkan sebesar Rp 120 juta. Untuk syarat mengikuti Police Movie Festival 2018 bisa dilihat dalam www.policemoviefest.com.

“Selain yang tunai Rp 120 juta bagi pemenang pertama mendapatkan beasiswa sari SSR Jakarta. Para pemenang akan berkesempatan mengikuti ajang kompetisi internasional. Dari penyelenggara juga akan mendaftarkan karya mereka diberbagai kompetisi bertaraf internasional,” kata Rikwanto.

Untuk peserta akan diberi batas waktu sampai 5 Juni 2018 hingga dipilih 10 besar finalis dari masing-masing kategori dan akan dinobatkan pada malam puncak penganugerahan Polisi Movie Festival 2018 pada 23 Juni 2018.

Sebagai juri adalah perwakilan aktor film Indonesia Chicco Jerikho, Faza Ibnu Ubaidillah atau akrab disapa Faza Meonk animator karakter komik ‘Si Juki’, Anggi Umbara mewakili sutradara, serta Brigjen Rikwanto.

Anggi pun membeberkan sedikit tips bagi para cinemas yang akan mengikuti ajang ini, menurutnya dalam sebuah karya film itu terbagi tiga babak yang harus saling berkaitan.

“Film itu terbagi menjadi tiga babak opening yang kuat, permasalahannya ada, endingnya yang kuat juga jangan sampai menurun, di ending harus klimaks. Dan jangan lupa dari tema Humanis harus dapat,” kata Anggi.

Sedangkan Faza juga membocorkan sedikit penjurian dalam ajang Police Movie Featival khusus untuk kategori animasi.

“Saya mencari cerita yang bisa mengangkat tema humanisme ini lebih unik, baru kita bica visualnya gimana, style yang dibuat gimana, gerakan animasinya bagaimana, cara dia bisa mengkomunikasikan cerita dalam bentuk visual animasi. Teknis semua harus oke,” tutur dia.

Bagi semua peserta dari seluruh Indonesia yang hendak menggunakan jasa kepolisian untuk dijadikan pemeran atau menggunakan atribut kepolisian bisa menghubungi panitia dan akan diberikan fasilitas penuh.

“Kami sudah koordinasikan seluruh Polda, Polres, Polsek. Ingat, semua gratis tidak ada yang dipungut biaya. Paling modal buat kuota internet,” tegas Rikwanto. (yendhi/tp)

Let's block ads! (Why?)