Sabtu, 14 April 2018

Pagelaran Wayang Pos Kota Rezeki Tersendiri untuk Pedagang dan Tukang Parkir

JAKARTA – Pertunjukan wayang yang dihelat Pos Kota di Monas, Jakarta Pusat, membuat pengunjung makin membludak. Saking ramainya warga yang terus berdatangan dimanfaatkan ratusan pedagang makanan dan tukang parkir mengais rezeki di luar pagar monumen kebanggaan warga Ibukota.

Ratusan pedagang yang umumnya berjualan makanan dan minuman tumpah ruah di Jalan Medan Merdeka Timur dan Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (14/4/2018) malam. Puluhan kelompok tukang parkir liar juga memanfaatkan pedestrian di luar pagar Monas dijadikan tempat parkir sepeda motor, sedangkan lahan bahu jalan untuk parkir mobil.

“Alhamdulillah, jumlah pengunjung Monas pada malam ini meningkat tajam karena banyak orang keturunan Jawa yang ramai-ramai nonton wayang. Saking ramainya pengunjung kami tidak dilarang berjualan di sini,” ujar Prapti, pedagang ketoprak di Jalan Medan Merdeka Timur, tepatnya di belakang Stasiun KA Gambir.

“Di dalam sana ada pertunjukan wayang kulit yang digelar Pos Kota untuk perayaan ulang tahunnya. Perayaan HUT Poskota bawa berkah kepada kami para pedagang kuliner,” tambah pedagang yang biasa mangkal di kawasan Cempaka Putih.

Prapti maupun pedagang lainnya tampak sibuk melayani pembeli. “Makin malam makin lapar. Jadi, sebelum pulang, kami makan nasi goreng dulu,” ujar Marhasan, warga Tangerang Selatan yang datang ke Monas bersama istri.

Di antara mereka yang mengais rezeki di luar Monas, tampaknya kelompok tukang parkir yang paling banyak panen. Bayangkan tiap kelompok bisa menguasai area untuk ratusan sepeda motor dan puluhan mobil. Sekali parkir, pengendara dikutip bayaran di muka sebesar Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu untuk mobil. “Pengunjung lebih praktis parkir di sini karena tarif lebih murah dibanding Taman IRTI. Apalagi di sana untuk keluar – masuk kendaraan sangat berjubel lantaran hanya satu pintu, sedangkan yang parkir puluhan ribu motor dan mobil,” ujar Amat, tukang parkir. (joko/b)

Let's block ads! (Why?)