Rabu, 18 April 2018

Ketika Generasi Zaman Now Ini Bawakan Lagu-lagu Benyamin Sueb

JAKARTA – Generasi zaman now yang serba digital tetap harus sering dilibatkan dalam pergelaran seni budaya Betawi. “Tujuannya agar budaya peninggalan leluhur tetap lestari,” ujar anggota DPRD DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa pada acara Batavia Fanfare 2018 Tribute To Benyamin Suaeb di Gedung Kesenian Jakarta kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018).

Generasi muda bisa dibangkitkan minat terhadap seni budaya Betawi antara lain melalui orkestra seperti yang dibawakan oleh Orkestra dan Gambang Kromong yang dimainkan oleh siswa dan alumni SMK Perguruan Cikini (Percik).

“Pergelaran musik tempo dulu ini seiring dengan semangat Pemprov DKI melestarikan budaya Betawi sebagai mana diatur dalam perda,” ujar Steven yang juga selaku ketua Yayasan Gita Jaya Semesta sebagai salah satu pihak yang memprakarasai kegiatan tersebut.

Pementasan orkestra dan gambang kromong yang dipertontonkan di hadapan ratusan undangan, menampilkan sejumlah lagu Betawi tempo dulu yang kebanyakan dibawakan almarhum Benyamin Suaeb, seperti lagu Kompor Meledug, Ondel-Ondel, Hujan Gerimis Aje, dan masih banyak lagi lainnya.

Lagu-lagu tersebut dibawakan penyanyi yang merupakan anak didik SMK Percik maupun alumninya yang mulai naik daun di blantika musik. “Meski saya keturunan dari Pulau Nusa Utara, namun sejak kecil sangat menggemari lagu-lagu maupun film yang dibawakan Benyamin. Saya turut senang, bahwa anak-anak remaja zaman now yang belum lahir saat Benyamin meninggal dunia, namun mereka bisa membawakan lagu-lagu almarhum dengan baik,” kata Steven yang mana putri sulungnya, Venka (kelas 12 SMK Percik) menjadi pemain biola master pada orkestra tersebut.
Setelah lulus dari SMK Percik, rencananya putri politisi PDI Perjuangan ini akan melanjutkan sekolah musik ke Selandia Baru. (joko)

Let's block ads! (Why?)