NAMA Tanaka pernah melejit sebagai sutradara laga yang mempelopori drama eksyen di sinetron era akhir 90-an dan awal tahun 2000-an. Apa kabarnya kini?
“Saya kembali ke film, ingin bekerja di belakang layar, saya masih bisa berkarya, “ katanya kepada Pos Kota yang menjumpainya sedang produksi bareng Livi Zheng, sutradara wajah baru yang sedang berkibar.
Di awal tahun 2000-an, lewat serial Jacky, Jacklyn dan Buce Lee, garapan kareografi Tanaka itu menjadi pilar drama eksyen di semua televisi swasta di tanah air. Kuncinya ketika itu, ‘real fighting’ yang dilakukan semua pemain dan ‘stuntman’, sama sekali tidak menggunakan editing, animasi dan teknologi.
Kesuksesan serial-serial sinetron laga garapannya pun sontak diikuti sinetron-sinetron lain. Tapi selepas itu, Tanaka menghilang dari industri sinetron. Duetnya dengan Charles Gozali lewat produksi Garuda Films, terhenti. “Saya ngebelain anak, jagain anak sekolah di Jepang,” ujarnya.
Meski sudah tak muda lagi, 60 tahun, tapi Tanaka terlihat masih enerjik. Tubuhnya sedikit lebih kurus dibanding sekitar 15 tahun lampau.
“Kini anak sudah kerja dan menetap di New Zeland. Saya puas bisa mengantarkan anak dapat pekerjaan yang layak dan bisa hidup sejahtera di sana,” ungkap pria ramah dan santun ini.
Kini, Tanaka balik lagi ke tanah air dan siap berjibaku lagi di industri film. “Kebetulan papanya Livi Zheng adalah teman saya. Sekarang Livi sudah menjadi sutradara internasional dan ngajak saya untuk membantu bikin film,” ungkapnya.
Tanaka pun menemukan semangatnya lagi. Meski sekarang dia memulai dari posisi asisten kameramen untuk beberapa film dokumenter yang digarap Livi Zheng, tapi Tanaka senang, sebab kameramen yang didampinginya adalah kameramen asal hollywood.
“Tapi tahun depan saya akan bikin film eksyen bersama Livi. Di otak saya ini sudah penuh dengan gagasan bagaimana bikin film eksyen yang lain dari yang ada sekarang,” urai suami dari Suliawati ini.
Dia meyakini, masyarakat Indonesia sekarang ini masih merindukan eksyen ‘real fighting’. “Livi juga senang eksyen, jadi kami akan garap film eksyen ‘real fighting’ yang digali dari akar budaya Indonesia,” imbuhnya.
Sekarang ini, tidak ada lagi yang menjadi pikiran Tanaka. “Anak-anak saya, Dhani, Agnes, Jasica, sudah berkeluarga. Saya sekarang hanya berdua dengan isteri. Jadi saya akan menghabiskan waktu untuk melanjutkan karir lagi,” beber pemeran petinju Korea dalam film Rio Sang Juara ini.
Dalam film itu dia sukses menokohkan karakter petinju asal Korea yang liar dan bringas yang sempat membikin bintang utamanya, Willy Dozan, babak belur.
“Di masa tua ini, saya ingin bekerja di belakang layar, saya masih ingin berkarya,” harapnya.(ali/d)