Selasa, 19 September 2017

Tour Slank , Memanggil Umat Lewat Musik Rock

MOJOKERTO (Pos Kota) – Rangkaian Tur Silaturahmi Slank dan budayawan Zastrouw Al Ngatawi yang disponsori Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas di empat kota telah memasuki babak pamungkasnya di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur, di kaki Gunung Welirang.

Sebelumnya, band yang digawangi Kaka (vokalis), Ridho (gitaris), Ivanka (bassis), dan Bimbim (drumer) ini telah singgah di kota Ciamis (13/09), Brebes (14/09), dan Batang (15/09).

Berbeda dengan tur musik pada umumnya, semua rangkaian acara tur digelar di pondok pesantren pada tiap kota. Tur diisi dengan berbagai acara, seperti ziarah makam, bakti sosial berupa bazar minyak goreng murah, penyerahan bantuan ke pesantren, dialog budaya dan kebangsaan bersama tokoh dan santri, serta puncaknya yaitu konser atau pertunjukan musik oleh Slank.

Ribuan santri dan penggemar fanatik Slank yang kerap disapa Slankers berbaur dalam alunan musik rock sekaligus menyimak tausiah Zastrouw secara khidmat.

Budayawan Zastrouw Al Ngatawi menafsirkan dan membedah lirik-lirik lagu tersebut menjadi pesan moral yang sarat makna. Dikatakan, pertunjukkan seni di era Wali Songo dan ulama-ulama Nusantara digunakan juga untuk pesan dakwah, dimana saat itu dilakukan lewat wayang, gamelan, dan tembang macapat.

“Dalam konteks kekinian, wayang, gamelan, dan macapat mengalami metamorfosis menjadi musik rock! Dakwah itu intinya adalah untuk memanggil. Dan cara dakwah harus disesuaikan dengan kadar kemampuan pihak yang dipanggil,” tutur Zastrouw.

Pengurus Yayasan Amanatul Ummah, Gus Bara menyatakan bahwa segala nilai sejatinya dapat ditransfer melalui medium apa pun, termasuk dengan musik. Dan ketika ditanya pendapatnya mengenai Slankers yang berbondong-bondong datang ke pesantren untuk menikmati pertunjukan musik, ia mengambil sisi positifnya.

“Harapan kami dengan datangnya Slankers ke pondok pesantren agar dapat lebih mengenal nilai positif pesantren dan memahami nilai filosofis lagu-lagu Slank, sehingga menjadi titik balik perubahan ke arah yang lebih baik” kata Gus Bara. (mia/d)

Let's block ads! (Why?)