JAKARTA (Pos Kota) – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak mengatakan, Syahrini dipanggil untuk melengkapi berkas perkara tiga tersangka pimpinan biro perjalanan umrah First Travel.
Meski telah diperiksa selama lebih dari satu jam, namun belum semua pertanyaan dilontarkan penyidik kepada Syahrini. Pasalnya, pelantun ‘Maju Mundur Cantik’ tersebut ada urusan yang lebih dulu terjadwalkan.
“Bahwa dia (Syahrini) minta izin ada kegiatan yang menyangkut orang juga, kontrak nyanyi, kawinan yang dia sudah kontrak harus hadir dan dia sudah terlambat tadi,” kata Herry di gedung KKP, Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, (27/9/2017).
Untuk itu pihaknya akan menjadwalkan ulang Syahrini untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan minggu depan.
“Tapi mungkin Senin atau Selasa kita sudah minta dia datang lagi untuk diperiksa. Jadi belum selesai pertanyaannya,” tuturnya.
(Baca:Artis Termasuk Syahrini Wajib Menyapa Calon Jemaah First Travel)
Dalam pemeriksaan kali ini kapasitas Syahrini adalah sebagai saksi. Polisi akan mendalami modus tersangka untuk meyakinkan calon jamaah menggunakan jasa First Travel. Melibatkan artis, salah satu cara management biro perjalanan umrah tersebut untuk memikat korbannya.
“Untuk melengkapi berkas perkara, karena kita anggap sebagai modus operandi. Karena untuk menarik jemaah berangkat dengan menawarkan berbagai kelebihan First Travel,” kata dia.
(Baca:Meski Bekerjasama, Syahrini Ngaku Tidak Kenal Bos First Travel)
Sebelumnya usai diperiksa, Syahrini mengaku dicecar 18 pertanyaan oleh penyidik terkait perjalanan umrahnya bersama keluarga pada Maret 2017 silam. Diduga seluruh biaya umrah Syahrini dan keluarga ditanggung oleh First Travel.
Namun, wanita bertubuh mungil dengan jargon ‘Sesuatu’ itu menampik hal tersebut. Menurutnya, kerjasama antara First Travel hanya memberi diskon 50 persen kepada Syahrini sedangkan 12 keluarganya full menggunakan biaya pribadi.
“Kerjasama nya adalah yang pasti saya dapat diskon dari harga misalnya dari satu menjadi setengah untuk saya tapi semua keluarga saya yang lain full membayar. Jadi, tidak ada ya sekali lagi nauzubillah min dzalik saya tidak pernah memakan uang jamaah,” tegasnya. (Yendhi)