Senin, 25 September 2017

Marsha Timothy Menunggang Kuda dan Penggal Kepala Orang

JAKARTA (Pos Kota) – Sebentar lagi peminat film nasional akan menyaksikan bagaimana ganas dan sadisnya Marsha Timothy mengamuk dan memenggal kepala orang.

Selama ini sosoknya dikenal sebagai wanita yang lembut dan anggun. Kali ini dia jadi wanita penunggang kuda yang menenteng kepala orang.

Marsha merampungkan perannya sebagai Marlina, janda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur dengan susah dan payah dan total di film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak.

Hasilnya, film garapan sutradara muda Mouly Surya tersebut mendapat sambutan hangat dari penonton di Quinzaine des realisateurs (Directors Fortnight) yang berlangsung paralel dengan Cannes Film Festival, Mei 2017 lalu.

Kritikus film internasional terutama untuk arahan sutradara, skoring musik, akting para pemain, kerja kamera yang sangat baik.

Film yang dibintangi aktris 38 tahun ini juga terpilih masuk Directors Fortnight setelah diseleksi dari 1600 film yang mendaftar.

Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak diputar di ajang Cannes, Marseille, Paris, Geneva, Roma, Milan, Florence dan Brussels – ajang bergengsi untuk perfilman dunia. Dan kini, filmnya akan diuji di dalam negeri sendiri, apakah disukai atau sebaliknya.

“Seneng dan bangga tentunya bisa diputar di luar negeri. Kini giliran bioskop dalam negeri yang akan memutarnya,” ujar Marsha.

Memerankan Marlina merupakan tantangan baru dalam karirnya. Selain karakternya yang terkesan sadis, untuk memerankan Marlina, istri dari aktor Vino G. Bastian tersebut pun dihadapkan oleh beberapa pengalaman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

“Jadi perempuan Sumba, berkuda, naik motor trail, memainkan pedang, itu semua sangat luar biasa,” imbuhnya.

Marlina bercerita tentang seorang janda yang melalui perjalanan mencari keadilan setelah rumahnya diserang oleh segerombolan perampok.

Film ini ditulis oleh Mouly Surya dan Rama Adi berdasarkan ide cerita Garin Nugroho. Diproduseri oleh Rama Adi dan Fauzan Zidni, dan dibintangi oleh Marsha Timothy, Dea Panendra, Yoga Pratama dan Egi Fedly.

Marlina sendiri merupakan film panjang keempat Indonesia yang terseleksi dalam rangkaian Festival Film Cannes setelah sebelumnya Tjoet Nja’ Dhien (1988, Semaine de la Critique), Daun di Atas Bantal (1998, Un Certain Regard), dan Serambi (2006, Un Certain Regard.

Menjalani sebagian besar proses suting di daerah Sumba, NTT, Marsha mengaku mengajak serta sang buah hati, Jizzy Pearl Bastian selama berkunjung ke Sumba.

“Anak saya bawa waktu itu ikut ke Sumba. Selama saya suting dia ikut. Saya ngajak juga emang karena dia masih kecil. Untuk memberikan pengalaman berharga bagi dia untuk mengetahui situasi di lingkungannya,” urai Marsha.(ali/d)

Let's block ads! (Why?)