Jumat, 29 September 2017

Ini Alasan John De Rantau Mem-Filmkan WR Supratman

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah hampir enam tahun absen dari industri perfilman nasional, kini sutradara John De Rantau balik lagi ke habitatnya. Dia baru saja merampungkan film biopic bertitel Wage atau Wage Rudolf Supratman yang siap ditayangkan pada 9 November mendatang, menyambut Hari Pahlawan.

“Terserah teman-teman bilang genre film ini apa, tapi bagi saya film ini genrenya adalah noeir, sikap atau perlawanan yang faktanya tidak tergali dari sejarah yang ada,” ujar John De Rantau saat sesi pemutaran trailer film drama Pahlawan Nasional Wage Supratman, Kamis (28/9) kemarin.

Dalam film tersebut, penggarap film Obama Anak Menteng, Semesta Mendukung, Denias, Senandung di Atas Awan dan Mencari Madonna ini mengaku akan menampilkan sosok Wage berdasar riset dan pendalaman buku-buku karya Wage.

“Kenapa saya bikin Wage? Karena Wage itu adalah pahlawan nasional, tapi orang tidak tahu siapa dia. Hidupnya juga kontroversi. Mulai tanggal dan tempat kelahirannya yang berbeda-beda, statusnya ada yang bilang sudah menikah tapi ada yang bilang belum menikah, dan banyak lagi. Lewat film ini saya menggugat hal-hal yang meragukan itu,” jelas John.

Menghabiskan suting selama 3 bulan di Semarang, Jogjakarta, Magelang dan Solo, John membesut Rendra, seorang aktor pendatang baru yang dinilainya mampu bermain maksimal melakoni tokoh Wage, T. Rifnu Wikana, Prisia Nasution, Woulter Zweers, Putri Ayudya, Ricky Malau, Ferry Sofyan, Pandoyo, dll.

“Kita suting tanpa beban, karena ini kami anggap sebagai proyek kebangsaan. Semua karakter dalam film ini berdasar kejujuran, bagi saya di sini tidak ada antagonis, protogonis. Itu semua penilaiain penonton. Sisi baik dan buruk saya tampilkan semua,” bebernya tentang film yang diproduksi Opshid Media Untuk Indonesia

Kini, proyek film Wage sudah rampung. John puas, karena mengaku tidak ada tekanan dari produser. “Saya tidak mau distir produser. Produser ngasi saya kebebasan untuk menuangkan semua fakta sejarah agar semua masyarakat bisa tahu siapa itu Wage, jangan hanya tahu hasil ciptaannya. Kita harus menghargai sejarah, menghormati pahlawan. Lagu Indonesia Raya, setiap warga negara Indonesia tahu lagu itu, tapi kita ngga tahu siapa Wage,” tegasnya.

Direncanakan, film Wage akan disaksikan sendiri oleh Presiden Joko Widodo dan kabinet menteri dalam gala previu khusus pada 28 Oktober mendatang.(ali/d)

Let's block ads! (Why?)