PURWOKERTO (Pos Kota) – Masyarakat Banyumas dan sekitarnya patut berbangga, sejumlah artis nasional seperti Rianty Cartwirght, Yama Carlos, Jajang C Noor, Pong Harjatmo dan lain sebagainya akan membintangi film ‘Satria’.
Film yang kental akan suasana logat Jawa ‘ngapak’ ini akan mencerminkan rasa nasionalisme, mengangkat kebudayaan, kecintaan terhadap lingkungan dan kearifan lokal.
“Film Satria tidak hanya memunculkan pariwisata Banyumas yang sudah populer seperti Batu Raden dan kuliner khas daerah tersebut, tetapi juga berusaha mengangkat industri pariwisata lain yang ada disini semisal curug (air terjun) maupun tempat-tempat wisata lain yang belum tereksplorasi dengan baik,” tutur Syamsul Masdjo Arifin, sang produser, saat ditemui disela-sela audisi artis lokal di Pendopo Sipanji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kemarin.
Tak hanya artis papan atas yang akan berperan dalam film tersebut, namun artis lokal juga akan diberdayakan dan dilakukan audisi casting.
“Pendaftaran castingnya membludak sampai 350 orang dan nanti mengkerucut menjadi 50 orang dan beberapa yang akan dipilih sesuai kebutuhan film,” jelas pria yang akrab disapa Masdjo ini.
Pria yang pernah terlibat dalam program ‘Ceriwis’ Trans TV ini mengatakan jika Rianty akan mendalami karakter dengan bermain di sawah dan melakukan riset di kampung pedesaan di Banyumas, Jawa Tengah.
“Rianty nanti akan beradegan dengan artis lokal yang kami pilih, kami berharap film ini bisa sukses saat diputar di bioskop seluruh Indonesia,” paparnya.
Film yang diproduksi oleh Jakarta Ralia dan Gula Kelapa Pictures ini akan memulai syuting pada November 2017 dengan menggunakan dana sebanyak Rp7 miliar yang didapatkan dari pengusaha yang ada di Banyumas.
“Kami tidak menggunakan dana APBD, ini murni dari pengusaha di Purwokerto dan sekitarnya, kami tidak bermain politik sekalipun bapak Bupati Banyumas mendukung proses pembuatan film ini, ” jelas produser 37 tahun ini.
Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan pihaknya mendukung film ‘Satria’ yang akan mengharumkan nama Kabupaten Banyumas di seantero tanah air.
“Dalam membuat film ini, kami harapkan kepada pihat terkait jangan setengah-setengah, filmnya harus bagus dan bisa memberikan pesan moral yang positif dan menginspirasi,” jelas Achmad Husein.
Jito Banyu selaku sutradara mengaku surprise dengan antusiasnya masyarakat Banyumas mengikuti seleksi pemain film layar lebar berlatar belakang budaya Banyumas.
Film ‘Satria’ menceritakan seorang anak laki-laki yang lahir saat bencana longsor di Banyumas. Kedua orang tuanya meninggal dunia dan Satria (Yama Carlos) diasuh oleh neneknya.
Satria tumbuh sebagai pemuda gagah dan berani memiliki jiwa patriotisme yang patut diacungi jempol. Pada masa kecilnya Satria aktif di pramuka dan selalu memberi hormat terhadap patung Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Satria kemudian berprestasi dan menjadi seorang mahasiswa kampus negeri ternama yakni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Satria juga tergabung dalam SAR untuk menyelamatkan para penduduk yang terkena bencana di wilayah Banyumas dan sekitarnya. (mia/d)