SEBAGAI wanita kepala desa, Pipit Haryanti, 35, memang dikenal peka terhadap lingkungan. Ini bukan saja karena dia sebagai Kepala Desa (Kades) Lambang Sari Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tetapi memang awalnya saat di bangku kuliah dan menjadi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, ia dikenal sebagai sebagai aktivis kampus.
Jiwa pekanya sudah terlihat, terutama bagaimana mengubah lingkungan yang dulu kumuh ditata menjadi apik dan rapih. “Masyarakat umumnya melihat berhasil atau tidaknya pembangunan, bagaimana pemimpinnya menciptakan perubahan,” jelas Pipit.
Ia menjelaskan, tentang perubahan itu bagaimana pembangunan dirasakan oleh masyarakat, “Perbaikan jalan, memperbaiki saluran, pembuatan taman dan proyek-proyek insfrastruktur,” jelas ibu tiga anak ini.
Ini juga bagi Pipit adalah untuk memenuhi janji politiknya saat kampanye pemilihan kepala desa (Pilkades) beberapa tahun lalu. Dia menyebutkan, seluruh rencana kerjanya terangkum dalam program 100 hari kerja yang menitikberatkan pada penataan lingkungan kumuh.
Pipit saat ini sedang fokus mengerjakan proyek penataan ruas Jalan Raya Lambangsari dengan membuat taman jalan. “Penataan ini dilakukan untuk meminimalisir adanya tumpukan sampah liar di sepanjang ruas jalan yang merupakan jalur gerbang masuk ke wilayah Desa Lambangsari, makanya kami bangun taman-taman jalan di sepanjang 500 meter, biar tidak kumuh,” jelasnya.
KAMPUNG KB
Selain menata lingkungan kumuh, Pipit bersama aparat desa dan tokoh masyarakat akan membangun Kampung Keluarga Berencana (KB), “Kami berharap tahun 2019, lokasi Kampung KB akan terwujud,” harap Pipit, sambil mengatakan lokasinya sudah dipersiapkan di lingkungan RW 02 dan RW 03.
Program lain adalah membangun Kampung Budaya yang ada di lingkungan RW 05 Kampung Tenggilis. “Potensi budaya yang ada di Kampung Tenggilis ini memang luar biasa, makanya akan kami gali nilai-nilai seni yang terpendam dan belum pernah terekspose,” paparnya.
Ia mengakui seluruh rencana tersebut tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan dan swadaya masyarakat. Karena itu, dirinya selalu menyempatkan diri untuk melakukan silaturahmi dengan kalangan masyarakat. (saban/fs)