JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama tak mengambil kesempatan untuk bebas lebih cepat dengan mengajukan bebas bersyarat. Mantan Gubernur DKI ini justru memilih untuk bebas murni pada Kamis (24/1/2019) ini.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Cipinang Andika Dwi Prasetya pun mengaku kagum dengan sosok BTP karena keteguhan pilihannya tersebut. Menurutnya, ini pertama kalinya ia menemui sosok luar biasa seperti BTP.
“Satu hal yang menurut pengalaman kami luar biasa, belum pernah saya temui narapidana tidak mengambil haknya seperti pembebasan bersyarat. Cuti menjelang bebas. Baru ketemu ini saya seumur saya menjadi petugas pemasyarakatan,” ujar Andika di Lapas Klas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (24/1/2019).
Namun ia mengaku tidak mengetahui dibalik keteguhan hati BTP untuk dapat bebas murni tersebut. Ia mengatakan kalau dirinya tidak dapat menggali lebih jauh untuk mengetahui alasan mantan suami Veronica Tan.
(Baca : Bebas, Begini Penampilan BTP)
“Ga tau. Kita ga bisa menggali dong. ‘Gua ga mau’ kata beliau gitu,” imbuhnya.
Ia menilai, kekagumannya kepada sosok BTP ini bukan hanya karena pria 52 tersebut tidak mengambil haknya untuk lebih cepat dengan pengajuan bebas bersyarat. Tetapi juga sikap kepemimpinan yang bahkan tetap terlihat meski BTP berada di balik jeruji besi.
“Pastinya beliau figure pemimpin. Menampilkan sifat kepemimpinan yang kami lihat dan monitor selama menjalani tahap pemidanaan,” jelas Andika.
Selain itu, katanya, BTP juga menunjukkan sikap yang baik selama menjalani pemidanaan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua. “(Perilakunya) tentu luar biasa, baik,” serunya.
Diketahui, Basuki Tjahaja Purnama bebas murni dari tahanan setelah menjalani masa penahanan 1 tahun 8 bulan 15 hari di Mako Brimob Kelapa Dua. Ia dibebaskan pada Kamis (24/1/2019) sekitar pukul 07.00 WIB dari rutan Mako Brimob. Bapak dari tiga anak ini pun langsung pulang menemui keluarganya usai pembebasan tersebut.
“Yang bersangkutan langsung kembali ke tengah-tengah keluarganya karena proses administrasi semua dilakukan di rumah tahanan Mako Brimob,” pungkas Andika. (cw2/tri)