JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) diprediksi baru akan kembali ke dunia politik usai gelaran Pemilu Serentak 2019 usai. Pada awal kebebasan, BTP akan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni menjelaskan masa awal kembalinya BTP menghirup udara bebas akan digunakan untuk dirinya sendiri dan bersama keluarganya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu dianggap perlu merekatkan kembali hubungan dengan keluarganya setelah sempat terhambat dinding penjara selama hampir dua tahun.
“Setelah keluar dari penjara, saya berharap Pak Ahok menghabiskan waktunya dulu bersama keluarga, menikmati kebebasan, bebas juga dari hiruk pikuk politik, fokus menyelesaikan hubungan pribadi, menjalin hubungan akrab dengan keluarga yang selama ini terputus kerena berada di jeruji penjara,” katanya kepada wartawan, Kamis (24/1/2019).
Terkait kembalinya BTP ke dunia politik, Toni memperkirakan mantan Bupati Belitung Timur itu akan kembali usai Pemilu 2019. Andai pun tidak kembali ke dunia politik dan memilih menjadi pebisnis, Toni yakin BTP tetap menjalankan integritasnya.
“Mungkin di pertengahan tahun 2019, setelah Pemilu, Pak Ahok dapat kembali berkiprah di politik nasional kita. Indonesia masih membutuhkan orang seperti Ahok,” ungkapnya.
“Ataupun kalau Pak Ahok memutuskan menjadi bisnisman atau pengusaha, itu juga pilhan yang baik. Jadi, baik menjadi politisi ataupun profesional/bisnisman merupakan pilihan yang baik bagi Pak Ahok. Saya yakin Pak Ahok tetap melaksanakan BTP, bersih, transparan dan profesional di mana pun atau profesi apapun yang akan dijalankan,” imbuh dia.
Tidak lupa Toni juga mengucapkan selamat atas kebebasan BTP. Menurutnya berada di dalam kurungan penjara selama hampir dua tahun tidak membuat pesona BTP meredup.
“Selamat bebas Pak Ahok, selamat menghirup udara kebebasan. Saya tahu pak Ahok adalah orang yang berintegritas, 2 tahun di penjara tidak membuat cahaya purnama redup bahkan insya Allah akan tetap terang,” pungkas Toni. (ikbal/tri)