JAKARTA – Film yang diangkat dari game horor DreadOut dengan titel yang sama besutan sutradara Kimo Stamboel menyuguhkan petualangan anak-anak SMA dengan latar belakang klenik tanah Pasundan.
Bermula dari sekelompok anak SMA yang ingin mendapatkan popularitas di media sosial dengan cara yang konyol tapi unik. Mereka memiliki ide untuk datang ke sebuah apartemen angker untuk merekam kegiatan yang mereka lakukan.
Namun secara tidak sengaja, mereka justru masuk ke sebuah portal misterius yang membangunkan iblis dan akhirnya menyeret Linda cs masuk ke dunia lain yang sangat misterius dan mistis.
(Baca: Perankan Wanita Supernatural, Caitlin Halderman Dihantui Teror Mistis)
Sang kreator, Kimo menegaskan, DreadOut perpaduan antara horor, drama dan eksyen. “Karakter pemainnya enggak jauh beda dengan karakter yang di game,” ujar Kimo. “Bahkan karakter Linda nyaris tidak berubah,” lanjutnya.
Dreadout yang mulai tayang hari ini, Kamis (3/1/2018) mengisi sekitar 200 layar bioskop tanah air.
“Kami lihat pada awal tahun ini prospeknya lumayan oke karena masih periode liburan juga,” terang Kimo lagi.
(Baca: Marsha Aruan Jadi Ketua Geng, Tampil Lecek dan Babak Belur)
Baginya, pengembangan game Dreadout ke media film sangat menantang.
“Mungkin bagi gamer, Dreadout adalah untuk menyempurnakan pengalaman waktu bermain karena mereka akan tahu latar belakang kisah di dalam game. Namun bagi non-gamer seperti penikmat film, tetap dapat menikmatinya sebagai film genre horor,” jelas Kimo.
Sementara itu, Produser Dreadout, Wida Handoyo mengatakan, pendanaan film ini melibatkan empat investor, salah satunya perusahaan distributor gim PT Lyto Datarindo Fortuna dengan biaya sekitar Rp12 miliar-Rp14 miliar.
(Baca: Susan Sameh Mengaku Bukan Penakut)
Film DreadOut dibintangi Caitlin Halderman, Jefry Nichol, Marsha Aruan, Susan Sameh, Muhammad Riza dan Hanna Al Rasyid ini dipastikan tidak hanya beredar di dalam negeri, melainkan juga masuk pula ke pasar global seperti Amerika dan Eropa. (ali/ys)