Senin, 21 Agustus 2017

Bathara Saverigadi Sukses Sutradarai Tari Kolosal ‘Indonesia Jaya’

TERLIBAT  dalam perayaan HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Istana Negara, menjadi prestasi tersendiri bagi seniman remaja yang juga seorang koreaografer, Bathara Saverigadi Dewandoro.  Diusianya yang masih sangat muda, 20 tahun, Bathara berhasil menata sekitar 250 penari sehingga sebuah pentas drama tari kolosal  bertajuk ‘Indonesia Jaya’ sukses digelar pada 17 Agustus 2017 lalu.

“Ini untuk pertama kalinya saya menyutradarai dan menata tari pagelaran kolosal dengan 250 penari. Dibantu Penata Tari lainnya, seperti Yani Wulandari, Chikal Mutiara Diar, Denta Sepdwiansyah Pinandito, Tatik Pratiwi dan Jingga Aura. Kami bekerjasama mengatur pola lantai para penari,” ujar koreografer muda, penyandang gelar Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai koreografer kelas dunia termuda berbasis seni tari tradisi ini kepada wartawan.

Gagasan ‘Indonesia Jaya,’ menurut Bathara, adalah representasi menyikapi berbagai perbedaan. Setiap perbedaan, kata dia, selalu ada kebijaksanaan. Nilai-nilai itulah yang seharusnya lebih dikedepankan dalam berbangsa dan bernegara. Segala bentuk perbedaan itu menurutnya, harus terbingkai dalam filosofi Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai kebangsaan ini kemudian dikemas seniman muda kelahiran Bantul Yogyakarta, 7 Februari 1997 ini, dalam gelaran yang terselenggara atas prakarsa Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Yayasan Swargaloka Jakarta itu.

Bicara masalah prestasi, tak perlu diragukan jika Bathara memang menjadi salah satu yang terbaik dalam dunia tari. Puluhan karya repertoar tari dilewatinya, baik di dalam negeri maupun di mancanegara. Bathara juga telah menciptakan beberapa karya tari yang mengantarkannya mendapat sejumlah penghargaan. Diantaranya; Juara 1 Lomba Tari Kreasi Pesta Seni Pelajar Tingkat DKI Jakarta 2011 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta, Juara 1 Lomba Tari Kreasi Se-Jabodetabek – Festival Selaras Pinang 2012.

Bathara juga menerima penghargaan sebagai Penata Tari Terbaik dari Himpunan Seni Budaya Bangsa Indonesia (HISBI) 2012,  atas karyanya berjudul “Tekad,” dan Juara 1 Lomba Tari Kreasi Kelompok Nasional, yang diselenggarakan Universitas Indonesia dalam rangka 7th NFF National Folklore Festival 2013. Atas berbagai karya dan kiprahnya, Bathara juga menerima Anugerah Kebudayaan sebagai Remaja Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (embun)

Let's block ads! (Why?)