JAKARTA (Pos Kota) – Artis Nikita Willy tak canggung berakting perdana di film terbarunya berjudul ‘Gasing Tengkorak’, sebelumnya artis bertubuh mungil ini kerap membintangi sinetron remaja dengan karakter protagonis.
“Ini pertama kalinya saya main film layar lebar, bangga dan senang banget terlebih sutradara Mas Jose Purnomo juga handal untuk film horor,” tutur Nikita Willy, saat ditemui usai premier film ‘Gasing Tengkorak’, kemarin.
Bintang sinetron ‘Puteri Yang Ditukar’ ini mengatakan dirinya tak menutup kemungkinan akan eksis di dunia perfilman Indonesia, jika debut perdananya ini sukses. “Aku sudah bilang sama pak Manoj Punjabi, selaku Produser MD Entertainment agar bisa mengarahkan dengan baik karir saya di dunia layar lebar,” ucapnya.
Film yang disutradarai oleh Jose Purnomo ini diambil dari kisah mistis masyarakat Sumatera Barat. Dalam film tersebut, artis yang akrab disapa Niki itu memerankan karakter Veronica, seorang Diva yang sibuk dengan pekerjaan dan gelimang kemewahan. Namun di balik itu, Veronica ternyata tidak bahagia. Dia bahkan memiliki kepribadian ganda yang tidak disadari.
Pelantun ‘Angin’ ini mengaku bisa mendalami tokoh Veronica lantaran alur cerita tersebut merupakan legenda dari kampung halamannnya.
“Aku jatuh cinta dengan ceritanya karena ini legenda mistis Minangkabau dan aku sendiri dari Sumatera Barat. Banyak sekali perbedaan dari project lain,”ucap Niki.
Gasing Tengkorak sendiri merupakan permainan dari Sumatera Barat. Menariknya, gasing ini benar-benar dimainkan dengan tengkorak manusia. Namun seiring berkembang zaman, permainan ini jarang ditemui.
Niki mengatakan dirinya sempat takut bermain film ini. Namun tak ada kejadian-kejadian aneh saat dia syuting ‘Gasing Tengkorak’.
“Aku pribadi orang penakut. Apalagi pas syuting kan adegang banyak followshoot semua, kru menjauh dari set, jadi cuma ada aku dan kameramen. Itu yang membuat aku takut,” cerita Niki.
Gadis kelahiran di Jakarta, 29 Juni 1994 ini mengatakan aktingnya kali ini penuh tantangan dibandingan sinetron yang telah membesarkan namanya. “Banyak berbeda antara sinteron dan film. Tapi semua ditutup dengan akting,”tandas Nikita Willy.
Film produksi MD Pictures dan Dee Company ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 2 November 2017. (mia/d)