Jumat, 24 November 2017

Perempuan Tidak Boleh Menonton Konser Nelly di Arab Saudi

ARAB SAUDI– Kolaborasi lewat musik yang biasanya menyatukan berbagai perbedaan dan masyarakat beragam di dunia Timur dan Barat, namun di Arab Saudi malah memecah kalangan laki-laki dan perempuan.

Inilah yang terjadi pada artis hip hop AS, Nelly, dan penyanyi dari Aljazair Cheb Khaled yang dijadwalkan tampil dalam pertunjukan di Jeddah 14 Desember nanti.

Namun pagelaran musik ini hanya terbuka bagi kaum laki-laki saja dan meski disambut dengan positif, banyak perempuan di negara itu merasa marah.

Di media sosial mereka mempertanyakan mengapa mereka mendapat pengecualian di konser yang diselenggarakan oleh saluran televisi milik Saudi milik MBC Action dan didukung oleh Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi.

Ungkapan kekecewaan diunggah dalam akun Instagram @kidshop_ksa yang berbunyi: “ليش بس رجال”. atau bila diterjemahkan menjadi : “Mengapa hanya kaum laki-laki saja?”

Pengguna media sosial lainnya juga menumpahkan ungkapan yang sama dalam unggahan Instagram Nelly yang mengumumkan konsernya: “Sedih rasanya mengetahui para gadis remaja tidak diizinkan berada di sana dan melihatmu 💔💔💔💔💔💔”

Sedangkan yang lainnya menyebut seharusnya Nelly justru tidak diizinkan untuk tampil, alasannya rapper tersebut pernah ditangkap karena kepemilikan ganja pada tahun 2015 dan dituduh melakukan serangan seksual bulan lalu.

Meski sang rapper didakwa atas kepemilikan narkoba, namun penyanyi itu tidak pernah dipidana. Nelly juga menyangkal tuduhan perkosaan terhadap seorang mahasiswi dan tidak ditahan.

Betapa pun, tak semua orang antusias dengan konser tersebut. Dengan alasan moral pula. Bahkan seorang pengguna Twitter mencuit: “Tuhan tolong jangan timpakan tanggung jawab atas tindakan orang-orang bodoh itu. Yang lebih buruk lagi adalah kaum perempuan muda menuntut untuk bisa hadir di acara itu.”

Sementara yang lainnya malah mengatakan lebih suka kalau penyanyi Ariana Grande tampil sebagai gantinya.

Ini bukan pertama kalinya seorang penyanyi terkenal AS diundang untuk tampil dalam konser yang hanya dihadiri kalangan laki-laki.

Bulan Mei lalu, penyanyi musik country Toby Keith tampil di Riyadh pada suatu akhir pekan yang bersamaan dengan kunjungan Presiden Trump.

Konser itu terbuka hanya untuk laki-laki berusia 21 tahun ke atas, dan diharuskan mengenakan busana tradisional Saudi.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Keith, yang terkenal dengan lagu-lagunya seperti Whiskey Girl and I Love This Bar, diminta untuk menghapus beberapa lirik lagu di negara yang melarang alkohol tersebut.

Belum diketahui jelas apakah Nelly juga akan diminta untuk melakukan hal yang sama, mengingat lagunya yang paling terkenal yaitu, Hot in Herre, berisi lirik yang meminta perempuan untuk membuka pakaiannya.

Secara tradisional pagelaran-pagelaran besar seperti konser sebenarnya telah dibatasi di Arab Saudi, sebagian karena undang-undang moralitasnya yang ketat terkait larangan alkohol, pakaian untuk perempuan dan pemisahan gender.

Sebagian besar fasilitas umum seperti restoran-restoran dan kafe-kafe dipisahkan menjadi dua bagian, satu diperuntukkan untuk laki-laki dan satu lagi untuk keluarga, yang terdiri dari suami istri.

Beberapa pusat perbelanjaan bahkan memiliki lantai khusus perempuan yang melarang laki-laki untuk masuk. Namun baru-baru ini Arab Saudi telah mengambil beberapa langkah untuk memodernisasi negara itu.

Tahun lalu Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mendukung pendirian Otoritas Hiburan Umum Kerajaan. Ini adalah bagian dari Visi 2030 yang berencana untuk memperluas ekonomi di luar ketergantungannya pada minyak.

Namun, rencana otoritas tersebut menghadapi tekanan. Ketika menyelenggarakan perayaan Hari Nasional baru-baru ini, baik perempuan maupun laki-laki diizinkan hadir dan berkumpul bersama, namun menghadapi tekanan dari para ulama Saudi dan kalangan konservatif.

Kritik serupa juga muncul saat diselenggarakannya pertemuan pertama Comic Con di bulan Februari.

Jadi mungkin keputusan bahwa konser ini hanya diperuntukkan untuk kalangan laki-laki merupakan suatu kompromi: hiburan bisa berlangsung, sementara tekanan kelompok konservatif juga bisa dihindari.(BBC)

Let's block ads! (Why?)