Selasa, 28 November 2017

Ira Wibowo Hayati Peran sebagai Ibu dari Anak Autis

SUTING hari pertama diwarna hujan di daerah jalan Joe Jakarta Selatan, Senin (27/11). Take pembuka, adegan aktor kaliber Roy Marten bersama Ira Wibowo.

Roy menghirup kopi, mendadak gelas di tangannya terjatuh dan gelas mangkuk hancur di lantai. Serpihannya mengenai kaki kanan Roy. Akibatnya, kaki aktor berusia 65 tahun yang tetap terlihat ganteng itu terluka. Darahnya sampai menetes di ujung celana panjang yang dikenakannya.

Tapi Roy tetap terlihat tenang. Justru sang kreator, Julianto yang cemas. “Ambil Betadin cepat!” teriaknya.

Seorang kru tergopoh-gopoh mengambil peralatan P3K. Kaki Roy terluka bukan bagian dari adegan. Itu terjadi tanpa disengaja saat melakoni adegan tokoh ayah yang diperaninya terkejut dan kena serangan jantung saat mengetahui surat-surat berharga milik keluarganya ternyata palsu.

Sang isteri yang diperankan Ira Wibowo, terkejut, apalagi tahu kaki Roy terluka. Tapi adegan lanjut, dia memeluk dan memangku Roy yang tergeletak, sementara anak mereka yang autis diperankan oleh Ajun Prawira berteriak histeris. Namun scene tersebut masih diulang. Roy manggut-manggut tanda setuju.

Itulah sekilas kejadian saat suting perdana film Incredible Love yang diproduksi Lingkar Film. Hujan dan terlukanya kaki Roy Marten tidak membikin proses suting terhambat. “Target kita 28 hari kelar, udah termasuk 3 hari suting di New York,” ungkap produser Girri Pratama pada Pos Kota.

Menurut dia, film produksi ke 3 Lingkar Film ini diangkat dari kisah nyata dalam novel yang berjudul sama karya Hendra Martono, seorang investor pasar modal yang banyak memiliki saham. Namun pada waktu kecilnya dia termasuk anak autis.

“Ini film edukasi, dimana pengalaman Pak Hendra Martono dari kecil sampai dewasa dan menjadi orang sukses, bisa menginspirasi khususnya bagi para ibu dalam membimbing dan mengarahkan putra-putrinya yang kebetulan punya kelainan. Jangan malu dan menyembunyikan mereka, tapi bimbing dan arahkanlah anak-anak autis itu sehingga mereka menemukan jatidirinya. Banyak orang-orang terkenal yang waktu kecilnya termasuk autis, sebut saja Tom Cruse,” beber Girri.

Tokoh yang diperankan Ira Wibowo adalah pemegang benang merah atau ruh film Incredible Love, karena peran ibu yang memiliki anak autis harus dilakoninya secara maksimal. Untung mengeksplorasi emosionalnya, Ira mengaku membekali diri dengan bertanya pada seorang temanmya yang kebetulan memiliki anak autis.

“Saya menyaksikan sendiri perjuangan temen saya itu dalam membimbing anaknya. Dari situ saya belajar langsung, jadi tidak hanya teori. Di film ini saya akan mempertaruhkan kemampuan akting saya karena ceritanya yang sangat menyentuh,” jelasnya. (ali/d)

Let's block ads! (Why?)