Senin, 27 November 2017

‘Incredible Love’ dari Novel ke Layar Lebar

JAKARTA (Pos Kota) – Syuting hari pertama film ‘Incredible Lova’ di daerah jalan Joe Jakarta Selatan, Senin (27/11/2017) kemarin sore, diwarnai hujan.

Pada Take pembuka, adegan aktor kaliber Roy Marten bersama Ira Wibowo. Saat Roy menghirup kopi, mendadak gelas di tangannya terjatuh dan gelas mangkuk hancur di lantai. Serpihannya mengenai kaki kanan Roy. Akibatnya, kaki aktor berusia 65 tahun yang tetap terlihat ganteng itu terluka. Darahnya sampai menetes di ujung celana panjang yang dikenakannya.

Tapi Roy tetap terlihat tenang. Justru sang kreator, Julianto yang cemas. “Ambil betadin cepat!” teriaknya. Seorang kru tergopoh-gopoh mengambil peralatan P3K.

Kaki Roy terluka bukan adegan. Itu terjadi tanpa disengaja saat melakoni adegan tokoh ayah yang diperaninya terkejut dan kena serangan jantung, saat mengetahui surat-surat berharga milik keluarganya ternyata palsu.

Sang isteri yang diperankan Ira Wibowo, terkejut, apalagi tahu kaki Roy terluka. Tapi adegan lanjut, dia memeluk dan memangku Roy yang tergeletak, sementara anak mereka yang autis diperankan oleh Ajun Prawira berteriak histeris.

Namun scene tersebut masih diulang. Sang produser, Girri Pratama campur tangan. “Om Roy kaget bukan karena suara petir, tapi karena menahan emosional saat mengetahui berita dari teve tentang surat-surat palsu. Emosi itu yang dibangun secara perlahan sampai gelas dan om Roy terjatuh,” jelasnya.

Roy manggut-manggut tanda setuju. Scene tersebut di take ulang.

“Saya harus mendampingi sutradara dan harus tetap di lokasi suting, sebab yang tahu betul cerita film ini adalah saya. Saya berkomunikasi dan wawancara langsung dengan pak Hendra Martono. Maka saya perlu menjaga ruh ceritanya,” beber Girri lagi. Pihaknya juga sudah bekerjasama dengan 167 lembaga yang menangani anak-anak autis di Indonesia.

Itulah sekilas kejadian saat suting perdana film ‘Incredible Love’ yang diproduksi Lingkar Film. Hujan dan terlukanya kaki Roy Marten tidak membuat proses syuting terhambat. “Target kita 28 hari kelar, udah termasuk 3 hari syuting di New York,” ungkap Girri pada Pos Kota.

Menurut dia, film produksi ke 3 Lingkar Film ini diangkat dari kisah nyata dalam novel ‘Incredible Love’ milik Hendra Martono, seorang investor pasar modal yang banyak memiliki saham. Namun pada waktu kecilnya dia termasuk anak autis.

“Ini film edukasi, dimana pengalaman pak Hendra Martono dari kecil sampai dewasa dan menjadi orang sukses, bisa menginspirasi khususnya bagi para ibu dalam membimbing dan mengarahkan putra-putrinya yang kebetulan punya kelainan. Jangan malu dan menyembunyikan mereka, tapi bimbing dan arahkanlah anak-anak autis itu sehingga mereka menemukan jatidirinya. Banyak orang-orang terkenal yang waktu kecilnya termasuk autis, sebut saja Tom Cruse,” beber Girri.

Disebutkan, Ira Wibowo adalah pemegang benang merah atau ruh film ‘Incredible Love’, karena peran ibu yang memiliki anak autis harus dilakoninya secara maksimal. Untung mengeksplorasi emosionalnya, Ira mengaku  membekali diri dengan bertanya pada seorang temanmya yang kebetulan memiliki anak autis.

“Saya menyaksikan sendiri perjuangan temen saya itu dalam membimbing anaknya. Dari situ saya belajar langsung, jadi tidak hanya teori. Di film ini saya akan mempertaruhkan kemampuan akting saya karena ceritanya yang sangat menyentuh,” jelasnya.

Sedang Roy terlihat sangat enjoy melakoni perannya, mulai take syuting outdoor sampai indoor dan sampai terluka. “Saya nikmati aja, ngga ada beban sama sekali. Ini udah biasa, apalagi film ini mengangkat cinta dan kasih sayang dari seorang ibu yang cerdas dalam membimbing anaknya yang autis, saya suka sekali,” ungkap Roy yang sempat lupa memasukkan ujung kaosnya ke dalam celana. Seketika dia pun membuka ikat pinggang dan melorotkan celana sambil memasukkan ujung kaosnya sehingga terlihat lebih rapi. “Sorry..lupa he he..” ujarnya tertawa.(ali/embun)

Let's block ads! (Why?)