MEDAN (Pos Kota) – Setelah dilaksanakan tradisi adat marpangir, maka secara sah Kahiyang diberi gelar Namora Pinayongan Kasayangan. Sedangkan Bobby diberi gelar Sutan Porang Gunung Barining Naposo. Demikian dikatakan Erwan Nasution, bapa uda Bobby.
Penabalan gelar adat mempelai dilaksanakan di gelanggang adat Bukit Hijau Regency. Kemudian tetua adat melemparkan beras kuning ke kepala Kahiyang dan Bobby. Selanjutnya, mereka dikenakan ulos.
“Untuk Bobby artinya panglima muda. Ini gelar dari atas turun ke bawah. Untuk Kahiyang artinya dia dipayungi,” tutup Erwan.
Kahiyang Ayu-Bobby Marpangir
Sebelumnya, telah digelar marpangir. Ini dilakukan setelah acara manortor Presiden Jokowi dan ibu negara Iriana telah dilaksanakan.
Kali ini acara tradisi marpangir. Kahiyang dan Bobby diperciki air saat acara marpangir digelar. Ini merupakan simbol meninggalkan massa lajang.
(Baca: Hujan Turun di Penghujung Mata Ni Horja)
Mempelai dibawa ke tapian raya na martua atau replika sungai yang disiapkan di lokasi. Setibanya di lokasi, mempelai diberikan petuah oleh tetua adat. Selanjutnya, tetua adat memercikan air dengan dedaunan ke atas kepala Kahiyang dan Bobby sambil mengucapkan horas.
Acara tradisi marpangir atau memandikan kedua mempelai ini unik. Secara adat kedua mempelai seharusnya dibawa ke Tepian Raya Na Martua atau tepian Sungai Batang Hari yang berada di Tapanuli Selatan.
“Namun, karena kondisi tak memungkinkan mempelai dibawa ke sebuah sungai buatan. Proses adat Marpangir adalah bertujuan menghanyutkan masa remaja pengantin serta mendoakan keduanya agar selamat menempuh hidup baru dan memperoleh keturunan anak laki-laki dan perempuan,”kata Sudirman Lubis, salah satu sesepuh adat Mandailing.
Setelah selesai acara Marpangir, pengantin diarak kembali dengan prosesi adat ke gelanggang tempat acara. (samosir/win)