INGGRIS – Seorang remaja Inggris dinyatakan bersalah karena merencanakan aksi terorisme di konser Justin Bieber di Cardiff, Juni lalu.
Berkat kesigapan polisi Inggris, insiden yang berpotensi mematikan tersebut berhasil dicegah. Tersangka yang diketahui berusia 17 tahun, divonis bersalah pada Senin (27/11/2017) waktu setempat. Ditulis Hollywoodlife, remaja yang tidak diungkap identitasnya karena masih di bawah umur itu, ditahan oleh polisi pada 30 Juni 2017, tepat pada hari Bieber dijadwalkan bermain di ibukota Welsh.
Jaksa menyebutkan, jika tersangka sudah mempelajari keamanan Stadion Utama secara online dan memiliki salinan poster konser Justin di komputernya. Ketika polisi menggeledah rumah anak laki-laki itu, mereka menemukan sebuah palu, pisau, dan “surat syahid” di ransel sekolahnya dimana dia menyatakan dirinya sebagai “tentara negara Islam/ISIS) .
Dalam pembelaannya di pengadilan, tersangka mengatakan dirinya hanya anak bodoh, dan tidak pernah bermaksud untuk menindaklanjuti aksinya. Dia mengatakan kepada pengadilan bahwa dia tidak tertarik dengan Islam, namun penasaran dengan ISIS karena tindakan kekerasan mereka yang mengerikan. Pemuda tersebut juga mengklaim, bahwa ia tidak pernah terpikir untuk menyerang Justin Bieber.
“Saya ingin melihat, betapa mudahnya bagi orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap terorisme untuk mendapatkan informasi mengenai hal tersebut dari dunia maya,” ujar tersangka. “Saya ingin melihat apakah itu mungkin, bukan untuk saya tapi dari sudut pandang orang lain,” ujarnya di persidangan.
Namun, jaksa dan hakim tidak begitu saja percaya dengan ucapan tersangka. Mereka justru melihat keseriusan dan kematangan rencana tersangka dalam untuk melakukan serangan.
“Melihat perilaku remaja ini selama berbulan-bulan, tidak diragukan lagi bahwa dia bermaksud membunuh dan melukai sebanyak mungkin orang dalam sebuah serangan yang mengingatkan pada kejadian di Westminster Bridge. CPS menunjukkan bukti yang luar biasa bahwa dia siap untuk mati karena pandangan dunia ekstremis dan sekarang dia akan menghadapi hukuman penjara yang substansial,” jelas Sue Hemming, petugas pengadilan.
Penetapan hukuman tersangka akan dilakukan pada 10 Januari 2018. Bisa dipastikan bahwa remaja tersebut akan berada di balik jeruji besi untuk waktu yang sangat lama.
Pada saat penangkapan remaja tersebut, Inggris mkasih dalam keadaan terguncang atas serangan teroris dan serangan mematikan di Jembatan Westminster London pada Maret 2017, Jembatan London pada Juni 2017, serta pemboman mematikan di luar stadion tempat konser Ariana Grande di Manchester, Inggris pada 22 Mei 2017 yang menewaskan 23 orang. (embun)