JAKARTA – Berawal dari keprihatinan nasib para pengemudi ojek online (ojol) yang kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari konsumen maupun ojek pangkalan, Deddy Corbuzier membuat band beranggotakan Ojek online dan meluncurkan single “Jangan Dicancel”
“Kan banyak tukang ojek yang diperlakulan oleh orang iseng sok pesan ojek atau pesan makanan. Tapi dengan semena-mena di cancel, ini kan tidak manusiawi,” ujar Deddy usai peluncuran single milik band Ojol yang diproduseri bersama Eka Gustiwana di Escape Kebayoran Baru Jakarta Selatan Jumat (30/9)
Deddy mengaku sedih ketika banyak dari pengemudi ojol yang usianya sudah lanjut usia. Realitas ini dialaminya langsung saat memesan makanan.
Berangkat dari keprihatinan ini, Deddy pun mengajak Eka berkolaborasi memproduseri “Geng Ojol”, grup band yang personelnya diaudisi dari pengemudi ojol.
“Awalnya saya sama Deddy lagi nobrol-ngobrol. Terus pesen makan pakai (jasa) ojol. Tapi lama datangnya, pas datang yang anterin bapak tua. Nah dari situlah muncul kegelisahan kami soal ojol ini,” terang Eka
Deddy menambahkan, dirinya sedih karena saat ini masih banyak pula ditemui berita konlfik antara ojol dan ojek pangkalan.
Selain itu, masih banyak pula pelanggan yang tidak berperikemanusiaan dengan melakukan “opik” alias order piktif (fiktif) , serta penempatan lokasi pemesan yang salah.
“Ini kegelisahan kami dan driver ojol lainnya. Karena masih banyak mendapat perlakuan tak enak,” aku Eka lagi.
Deddy mengklaim, hingga saat ini video klip “Jangan Di Cancel” sudah ditonton 1,6 juta penonton di YouTube. “Rata-rata 50 persennya itu yang nonton ojek online. Terus di kolom komentar kebanyakan ojol, mereka rata-rata malah curhat,” tutur Dedy yang di aminin Eka.
Deddy bersepakat denga Eka dan personil Ojol akan menyumbangkan hasil dari bisnis rekaman suara. ” Setelah dipotong biaya produksi, semua hasil usaha akan usahakan buat mereka yang membutuhkan,” pungkas Deddy Corbuzier
Personel “Geng Ojol” terdiri dari Taufik asal Bekasi Timur, sebagai vokalis merangkap bassist, Reza Hardana (Depok) gitaris, Nicky Demos (Bekasi Utara) berposisi drum, dan Dian Susanto (Tangsel) gitaris. (dms)