JAKARTA (Pos Kota) – Film Wage, arahan sutradara John De Rantau siap dirilis pada 9 November mendatang. Sang pemeran Wage Rudolf Suprarman (WR Supratman), Rendra Bagus Pamungkas (33) mendapat banyak pujian saat berlangsung sesi screening di Jakarta Theater, Sabtu.
Dia dianggap berhasil memerankan tokoh penggubah lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut. “Aktingnya bagus!” ujar putri Proklamator Bung Karno, Sukmawati Sukarno Putri.
“Meski durasi filmnya terlalu panjang, tapi berkat permainan Rendra dan aktor-aktris lainnya, film Wage ini enak ditonton dan saya mendapat gambaran sosok WR Supratman,” komentar Salim Said, pengamat budaya, sosial dan politik.
“Akting yang penuh simbol-simbol sempurna dilakoni Rendra,” ungkap Wina Armada, wartawan dan kritikus film.
Panen pujian, membuat pria kelahiran Kandangan, Kediri, 21 Maret 1984 ini merasa tersanjung. “Saya buta akan sosok WR Supratman, bagaimana dia. Maka, saya bertanya pada beberapa tokoh sejarah dan juga orang yang pernah mengenal atau berjumpa dengan Wage. Saya tanya, apa warna kulit Wage, tingginya, bentuk wajahnya, kepribadiannya sampai jenis karakter suaranya. Ternyata memang mendekati. Lantas saya berdiskusi dengan sutradara,” terang Rendra, lulusan Pendidikan Teater ISI Jogjakarta dan Pendidikan Ilmu Religi-Budaya Universitas Sanata Dharma, Jogjakarta.
Di panggung teater, karirnya dimulai dari penulis naskah, seni peran sampai penyutradaraan. Kemudian berkat komunikasi dengan teman lamanya, Teuku Rifnu Wikama yang lebih dulu menjadi aktor, dia pun bisa berkenalan dengan John De Rantau.
Memerankan seorang tokoh pahlawan, diakui Rendra tidak mudah. “Waktu itu sutradaranya bilang, ada berbagai pendekatan yang bisa dilakukan untuk melakoni tokoh. Salah satunya adalah dengan cara kami seolah-olah tidak mengenal dia dan kamu percayai bahwa tidak ada seorangpun yang mengenal dia. Hanya kamu yang bisa menghidupkan karakternya dalam versimu dengan semua perangkat pengetahuanmu yang sudah kamu tanamkan dalam dirimu. Itulah yang saya pegang,” ungkap Rendra.
“Memerankan Wage, saya tidak menggunakan rasio, melainkan dengan rasa. Alhamdulillah, ketika saya memerankan Wage, badan rasanya seperti dituntun dengan sangat baik dan halus sekali. Saya hanya berbekal Bismillah dan berdoa sebelum suting,” imbuh Rendra.
Seolah-olah kemasukan ruh Wage, Rendra pun terlihat begitu piawai dalam menggesek biolanya. “Padahal saya sama sekali ngga bisa main biola,” terangnya.
Lewat perannya itu, Rendra berharap bangsa Indonesia bisa tahu bagaimana derita, susah-payah dan perjuangan WR Supratman.
“Selama ini kan yang kita tahu, Wage hanyalah sebagai pencipta lagu Indonesia Raya saja. Kita tidak tahu sepak terjang dan perjuangan dia dalam pergerakan pemuda yang sesungguhnya. Hal lain adalah meluruskan fakta sejarah menyangkut tanah kelahiran, agama dan pasangan Wage,” bebernya. Selain Rendra, film ini juga dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Putri Ayudya, Prisia Nasution, Wouter Zweers, Ricky Malau, Fery Sofyan, Pandoyo Adi Nugroho, Kedung Darma Romansa, dll.(ali/d)