JAKARTA (Pos Kota) – Novel sastra karya Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni akan bisa dilihat lewat film dengan judul yang sama pada Kamis (2/11).
Sosok Pingkan yang diperankan si cantik Velove Vexia dan Sarwono (Adipati Dolken) tak berubah dari imajinasi pembaca.
“Ini memang pemindahan dari buku ke film. Diangkatnya buku novel ke film akan menguntungkan kedua karya yang berbeda. Novel saya bisa saja semakin laris karena dijadikan film, atau sebaliknya, filmnya laris karena novelnya,” komenter sastrawan Sapardi Djoko Damono.
Sebagai penulis novelnya, Sapardi tak ragu memberikan pujian pada sutradara Reni Nurcahyo Hestu Saputra. “Bagus, saya suka,” ungkapnya.
Sementara bagi sang kreator, film Hujan Bulan Juni tidak hanya sebatas cinta dan rasa, tetapi makna yang lebih personal yakni hadirnya sebuah komitmen pilihan dan tanggung jawab. “Tugas saya adalah mengalihwahanakan puisi dan novel ke dalam bentuk film layar lebar selalu menemukan tantangan dan pencapaian kreatif baru,” ujar Reni.
Menurut dia, pendekatan komunikatif tidak mudah direalisasikan dengan desain kreatif yang sudah direncanakan agar hasilnya bisa diterima penonton.
Sang bintang utama, Velove Vexia ikut menuturkan, dia sempat mengalami krisis percaya diri saat menerima tawaran film yang diproduksi Starvision ini.
“Saya dikirimin skenarionya, saya enggak langsung ya oke, ada sedikit krisis percaya diri, karena pas lihat skenarionya waduh ini puisi ya, dan skenarionya juga puitis,” ungkap Velove.
“Saya takut bikin kecewa pembaca, terutama penulisnya, sastrawan besar. Saya bisa enggak ya bacain puisi, takut ngecewain Pak Sapardi atau pembaca, jadi ada perang batin,” lanjutnya.
Namun di sisi lain, Velove mengaku ada persamaan antara dirinya dengan sosok Pingkan.
“Karena Pingkan kan background-nya setengah Jawa setengah Manado, saya bisa ngerasa related gitu, jadi di situ salah satu pertimbangan saya walaupun ada enggak PD nya,” jelas Velove.
“Saya ngerasa bisa related sama Pingkan karena ayah saya Manado, ibu saya memang Jawa dan saya enggak ngerti sama sekali bahasa Manado, saya malah bisa bahasa Jawa,” sambungnya. “Saya gali lagi perasaan di setiap scene dan akhirnya mengalir. Enggak cuma baca aja, harus mengalir,” imbuh Velove.
Selain Velove Vexia dan Adipati Dolken sebagai Sarwono, film ini juga diperani oleh
Baim Wong sebagai Benny, Surya Saputra sebagai Tumbelaka, Koutaro Kakimoto sebagai Katsuo, Ira Wibowo sebagai Tante Henny, Sundari Soekotjo sebagai Hartini, Jajang C Noer sebagai bu Hadi, Widi Dwinanda sebagai Dewi, Frankie Willem Supit sebagai om Hans, Andi Backtiar Yusuf jadi Kaprodi, Melly Pandean sebagai tante Melly, Johny Ricky Sangeroki sebagai pak Ahmad dan Sapardi Djoko Damono.
Hujan Bulan Juni bercerita tentang kisah seorang dosen muda Sastra Jepang di Universitas Indonesia bernama Pingkan (Velove Vexia) yang mendapatkan kesempatan untuk belajar ke Jepang selama dua tahun. Namun kekasihnya, Sarwono (Adipati Dolke) merasa nelangsa mendengar kabar akan ditinggal oleh Pingkan yang selama ini hampir tidak pernah lepas dari sampingnya.
Ketika Sarwono ditugaskan Kaprodinya untuk presentasi kerjasama ke Universitas Sam Ratulangi Manado, ia membawa Pingkan sebagai guide-nya selama di Manado. Pingkan bertemu keluarga besar almarhum ayah Sarwono, ia dipojokkan oleh pertanyaan tentang hubunganya dengan Sarwono, perbedaan yang dimata mereka sangat besar.
Bukan mereka tidak menyadarinya, hanya saja mereka terlanjur nyaman dengan cinta dan kasih sayang yang mereka rasakan dan terbina selama ini.(ali/d)