Senin, 18 Februari 2019

Ucok Baba Berjuang Wujudkan Kesetaraan Orang Mini

BERAWAL dari sikap prihatin terhadap orang-orang mini, Usnan ‘Ucok Baba’ Batubara berharap bisa merubah penilaian sebagian besar masyarakat Indonesia terhadap keberadaan mereka. Melalui Unik Berkarya Indonesia (UBI), Usnan berharap bisa menggapai mimpi para orang-orang mini di Indonesia yang kerap dipandang sebelah mata.

Menurut Usnan, keterbatasan fisik yang dimiliki orang-orang mini, membuat mereka kerap dipandang sebelah mata. Walhasil, jangankan bermimpi untuk bisa berkontribusi bagi negara dengan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk bisa bekerja di perusahaan-perusahaan swasta diakui Usnan sebagai sesuatu hal yang mustahil. “Padahal diantara mereka ini banyak yang lulusan S1 (sarjana),” kata Usnan belum lama ini.

“Tapi karena penilaian masyarakat, kesempatan mereka erbuat banyak bagi bangsa ini jadi terhambat. Kami menginginkan kesetaraan. Karena kami kan warga negara Indonesia juga. Kami taat membayar pajak dan mematuhi aturan dan hukum yang berlaku. Kami juga bikin KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau SIM (Surat Izin Mengemudi),” lanjut Usnan sambil menunjukkan SIM miliknya di lapangan Futsal Kemenpora.

GANDENG KEMENPORA

Melalui UBI, pria yang dikenal sebagai Ucok Baba di layar kaca itu, lantas memggandeng Kemenpora mendorong orang-orang mini mewujudkan cita-cita mereka. “Selama ini status kami tidak jelas. Apakah masuk klasifikasi penyandang disabilitas atau tidak. Tetapi meski demikian, kami tetap semangat. Keterbatasan fisik yang kami miliki tidak membatasi tekad dan semangat kami untuk berkarya baik di dunia seni, olahraga dan lainnya,” lanjutnya.

Bersama UBI, Ucok Baba akan terus berjuang agar orang-orang mini bisa mendapatkan pekerjaan untuk menopang kehidupan keluarga mereka.

“Untuk itu, kami berterimakasih kepada Kemenpora yang bersedia menerima kami audiensi di kantornya. Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan kami. Mengakui keberadaan kami setara dengan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut pria kelahiran Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara itu menjelaskan bahwa UBI yang didirikan pada 27 Februari 2017 memang tergolong masih baru.
Meski begitu UBI sudah memiliki tata organisasi yang baik. Selain di seni, UBI juga aktif di dunia olahraga. Bahkan mereka sudah memiliki tim futsal yang berlatih secara rutin.
Rencananya, Oktober mendatang, Tim Futsal UBI akan mengadakan pertandingan persahabatan melawan Tim Futsal Komunitas Mini Malaysia di Penang.

“Sejauh ini UBI baru ada di wilayah Jabodetabek. Total ada 130 orang anggota kami. Ke depan kami akan membentuk kepengurusan UBI di seluruh provinsi di Indonesia,” jelas pria kelahiram 10 Mei 1971 silam itu.

Pada kesempatan yang sama, Menpora Imam Nahrawi menyambut positif keberadaan UBI. “Di luar dugaan kita, UBI telah banyak menyumbangkan karya dan sumbangsih untuk Indonesia,” timpal Imam. (junius/bu)

Let's block ads! (Why?)