Rabu, 21 November 2018

Penjahat, Kapan Istirahat?

KEJAHATAN masih saja berlajut ya? Sepertinya tak memberi sedikit saja, agar petugas istirahat sejenak. Belum lagi satu kasus selesai ditangani, sudah muncul yang lainnya. Kasus pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga, muncul lagi secara beruntun pembunuhan dan kejahatan di jalan yang menuai korban tewas?

Pernah ada cerita drama, bahwa di satu negeri ‘Antahberantah’, penjahatnya libur semua. Tiarap, nggak ada yang dinas. Pokoknya pencoleng dari kelas teri sampai kakap nggak ada yang bergerak. Nah, ini justru bikin bingung petugas. Wah, kalau begini kami makan gaji buta, kata petugas.

Wahai penjahat di mana kalian? Kalau mogok terus sepanjang waktu, kami nggak ada kerjaan, nih. Wah, nggak mau makan gaji buta. Nggak mau juga kalau ada pengurangan pegawai.

Ah, itu barusan hanya cerita lelucon saja. Karena buktinya penjahat pada nggak istrirahat. Seperti diungkap di atas, satu belum tuntas, muncul lagi sekian banyak kasus yang lain.

Ibarat kata, petugas belum sempat istirahat, untuk ngopi atau ngeteh? Malah banyak penjahat yang sengaja kayak menantang, mereka berbuat kejahatan di dekat pos atau kantor polisi?

Jadi disuruh istirahat? Nggak mungkin lah. Kejahatan kayaknya terus meningkat. Penjara semakin penuh. Tapi, yang melalang buana juga sangat banyak. Oleh karena itu, warga masyarakat harus waspada terhadap semua bentuk kejahatan.

Karena mereka, bekeliaran di hadapan dan dekat dengan kita. Nggak tahu tampang penjahat kayak apa. Bisa jadi kayaknya orang baik-baik, tapi nyatanya kebaikannya itu hanya tipu dayanya untuk memperdaya para korban. Sangat bahaya. Karena jika penjahat itu sangar, bengis misalnya, korban bisa membaca situasi siapa yang sedang dihadapi?

Petugas dan warga nggak boleh lengah, karena sekali lagi para penjahat, nggak bakalan istirahat, sejenak pun. Justru mereka cari kesempatan dalam kesempitan! –massoes

Let's block ads! (Why?)