MYANMAR – Merasa terluka dengan kekerasan yang terjadi terhadap etnis Rohingya di Myanmar, Bono, vokalis utama band pop legendaris U2 berharap pemimpin negara tersebut, Aung San Suu Kyi, mengundurkan diri dari jabatannya.
Bono, yang sempat menuntut pembebasan Suu Kyi dari tahanan rumah oleh junta militer saat melakukan konser di tahun 2000, mengatakan, dirinya muak dengan krisis pengungsi Rohingya.
“Saya sakit hati melihat bukti kekerasan militer terhadap orang-orang Rohingya. Saya percaya pada pembersihan etnis di Myanmar. Dan itu benar-benar terjadi! Dia (Suu Kyi) harus mengundurkan diri karena dia tahu dan sadar akan krisis kemanusiaan di negaranya,” ucap Bono, seperti dilansir Straits Times.
Bukan hanya Bono yang melihat Myanmar sedang melakukan pembersihan etnis, tetapi PBB dan Amerika Serikat melihat hal serupa.
Organisasi Doctors Without Borders (DWB) melaporkan, bahwa setidaknya 6.700 orang tewas dalam operasi militer tentara Myanmar di negara bagian Rakhine pada Agustus 2017. Dan sedikitnya 655.000 orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh. (embun)