Senin, 25 Maret 2019

Eros Djarot Tuangkan Kegelisahan Politik Lewat Lagu ‘Politisi Jaman Edan’

JAKARTA  –  Budayawan, politikus, pencipta lagu, sekaligus penyanyi Eros Djarot menuangkan kegelisahan politik lewat lagu berjudul ‘1 8: 2 Bukan Segalanya’ dan ‘Politisi Jaman Edan’.

“Lagu ini memiliki pesan khusus ya untuk tetap menjaga persatuan Indonesia. Jangan biarkan mereka memecah belah kita lewat politik, agama, dan budaya,”tutur Eros Djarot, saat ditemui di FX Plaza, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019).

Eros Djarot, dikenal sebagai sosok yang multi talenta dan mempunyai kontribusi yang besar bagi perkembangan dunia musik di Indonesia Iewat album ‘Badai Pasti Berlalu’.

Tidak hanya itu, Eros Djarot melahirkan jua beberapa karya yang sulit ditandingi hingga saat ini. Sebut saja ‘Cut Nya Dhien’ sebuah film epic tentang pahlawan nasional asal Aceh yang gaungnya mendunia. Bahkan film Cut Nya Dhien menyabet 9 piala di FFI tahun 1988.

Film ini sempat diajukan Indonesia ke Academy Awards ke-62 tahun 1990 untuk penghargaan Film Berbahasa Asing Terbaik. Meski belum membuahkan hasil yang diharapkan, tapi Tjut Nya’ Dhien menjadi film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes 1989.

Tak hanya dibidang seni dan budaya, Eros Djarot juga berkiprah bidang politik dengan menjadi orang berpengaruh di PDIP.

Lagu ‘Politisi Jaman Edan’ menyoroti perilaku politisi yang banyak melakukan praktek-praktek transaksional dalam meraih posisi dan tujuan politik. (mia/tri)

Let's block ads! (Why?)