Selasa, 30 Januari 2018

Tiga Setia Dara, Cari Ide Buat Menambah Tatto Lagi

MODEL dan artis film Tiga Setia Gara, baru saja menambah tatonya di bagian betis. “Udah nggak tahu berapa jumlah tato di badan aku, yang jelas, hampir semua, tinggal bagian muka aja nih,” ujarnya pada Pos Kota saat suting film Keira di Bandar  Lampung.

Dalam waktu dekat menurutnya, pipi dan keningnya siap ditato. “Lagi nyari ide, kira-kira gambar apa yang pas,” kata mantan vokalis grup band punk rock Silly Riot ini. Sejak usia 12 tahun, 30 tatto sudah terukir di tubuhnya.

“Pertama kali aku tatto di bagian leher belakang. Temen-teman, tetangga pada heran, anak cewek masih piyik kok udah tatoan? Tapi aku cuek aja, yang penting meski tatoan aku nggak jahat,” terangnya.

Dan karena tatto yang menjamur di tubuhnya itulah gadis 29 tahun ini diajak main film, seperti film eksyen Garuda, Solitare, Bukan Cinta Biasa, Republik Twitter, Miss Call, dll.

“Mungkin kalo nggak gara-gara tato ini, aku nggak bakalan diajak main film,” akunya. Dan kini, Tiga beraksi lebih dasyat lagi.

Dalam film Keira yang tengah dibesut oleh sutradara Harry Dagoe, Tiga memerankan salah satu karakter atau kepribadian ganda, yaitu menjadi seorang pembunuh.

“Sedikitnya aku membunuh tiga orang dengan sangat sadis. Kalo ditanya kenapa dapat peran pembunuh, ya, itu tadi, karena tato aku ini yang bikin serem he he..” bebernya tertawa.

Tiga menegaskan, tidak akan menghapus tattonnya.

“Mengapa harus dihapus? Malah ini bawa keberuntungan, dan aku mau nambah malah. Ini susah dihapus, permanen, harus operasi kalo mau dihilangkan. Aku ingin membuktikan, tatto tidak identik dengan hal yang negatif atau jahat, tato harus jadi hal kreatif, positif, membantu untuk berkarya dan menghasilkan,” urainya.

Kembali menyoal perannya sebagai perempuan pembunuh yang kejam, Tiga Dara tidak kesulitan melakoni perannya, termasuk saat membunuh Ray Sahetapi.
“Tangan aku ini udah penuh tatto, jadi pas adegan kekerasan,” tegasnya.

Akibat membunuh, dia pun berhadapan dengan hukum. Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo yang berperan sebagai polisi, menangkapnya.

“Aku senang sekali bisa main satu frame dengan pak gubernur. Senang juga bisa main barang sama bang Ray Sahetapi, mbak Djenar dan lainnya. Kalo aku ngga tatoan, mungkin aku ngga bakalan dicolling sama mas Harry Dagoe untuk main di film ini,” tuntasnya.

(ali/d)

Let's block ads! (Why?)