JAKARTA (Pos Kota) – Sebuah film triler berdarah darah yang siap mencekam penontonnya, dengan menghadirkan dua nenek burtal, segera hadir di 34 layar bioskop tanah air, bersaing dengan film horor dan triler lain, yang mulai membanjiri layar perak kita.
Disutradarai Joel Fadly, yang sebelumnya banyak menggarap sinetron, film bertajuk Membabi Buta akan dirilis besok, Kamis (4/5). Joel Fadly mengklaim film garapan perdananya ini akan mampu membikin penonton dilanda rasa takut sekaligus penasaran.
“Meski horor, tapi unsur drama atau ceritanya sangat kami perhatikan sehingga menakutkan tapi sekaligus membuat penasaran,” ujar Joel dalam sesi konferensi pers thriller Membabi Buta di daerah Bangka Raya Jakarta Selatan, Selasa (2/5) kemarin.
Dia membenarkan, mereka yang lemah jantung, epilepsi sebaiknya tidak menonton film ini. Juga penonton di bawah umur. “Oh, ya. Jangan menonton dalam keadaan lapar, “ seloroh Prisia Nasution, pemeran utamanya.
Prisia Nasution menjadi bintang utamanya, didampingi sejumlah aktor-aktris lain seperti Ivanka Suwandy, Lenny Charlotte, Aureli, Otig Pakis, Agung Saga, dll.
Prisia Nasution, baru saja bermain film horor berjudul The Curse. Kini dia lanjut di film Membabi Buta.
“Abis jadi pengacara depresi, kini jadi asisten rumah tangga yang diteror. Aku lagi laris peran-peran mistis, nih. Ternyata karakter-karakternya sangat menantang,” ungkap Prisia. “Sebenarnya sutingnya beda waktu, bahkan beda tahun. Nggak tahu kenapa rilis beruntun gini. Kesannya, kok, saya laris bener, “ selorohnya, dengan tawa.
Membabi Buta bercerita tentang Mariatin (Prisia Nasution), ibu satu anak, yang keluar dari rumah, dan memenuhi lowongan sebagai asisten rumah tangga di rumah milik dua orang perempuan kakak beradik, Sundari (Ivanka Suwandy) dan Sulasmi (Lenny Charlotte).
Mariatin juga membawa serta anaknya, Asti (Aureli). Meski wajahnya tak ramah sejak awal, Mariatin menerima pekerjaan itu, karena sedang membutuhkan tempat berteduh bersama anaknya. Meski ketus terhadapnya, Ndroro Sundari bersikap ramah pada putrinya membuat Mariatin dan anaknya merasa nyaman tinggal disitu. Bahkan Asti sempat tidur dengan Sundari.
Namun Mariatin segera merasakan ada keganjilan. Ada lolongan suara, dan sikap Sulasmi, kakak Sundari, yang dingin dan kasar. Sulasmi menghabiskan waktunya di kamar dengan mendengarkan Mocopat Megatruh atau kidung kematian. Mariatin menjadi takut.
Seorang pria yang bernama Broto (Otig Pakis) beberapa kali ke rumah selalu diusir
Sundari.
Sampai hari ke lima dia tak tahan lagi, dan berniat pergi. Tapi sudah terlambat. Karena penghuni rumah itu sudah menyiapkan jebakan maut. (ali)