Senin, 29 Mei 2017

Sambil Urus Restoran Ari Wibowo Main Film Lagi

JAKARTA (Pos Kota) – Aktor laga senior Ari Wibowo (47) akan main film lagi setelah dua tahun menghilang dari layar lebar. Pria kelahiran Berlin, Jerman 26 Desember 1970 muncul lagi lewat film Multiverse: The 13th Step, yang kini mulai beredar di bioskop seluruh Indonesia.

“Kangen juga main film layar lebar. Saya bersyukur, sudah banyak atensi yang masuk, mereka suka film ini. Di film ini saya jadi pak Winata. Ya sesuailah dengan usia saya, ha ha..” ujarnya tertawa.

Ari mengaku, sebetulnya dia tidak begitu menyukai film horor. Adik kandung Ira Wibowo menilai film Multiverse: The 13th Step yang dia bintangi itu lebih ke genre horor fantasy. “Saya melihatnya sebagai suspen fiction,” jelasnya, tentang film garapan Alfrits J. Robert ini.

Ari sebelumnya pernah membintangi film Valentine Kasih Sayang Bagimu, Pengantin, Aku Rindu, Pesta, Si Manis Jembatan Ancol, Sepuluh, Andartu Terlampau…21 Hari Mencari Suami (film Malaysia), Langit Biru, This Is Cinta.

”Waktu saya ditawarin awal, ceritanya science fiction, ada sedikit horornya tapi bukan horor yang ada setannya. makanya saya tertarik,” cerita pemain serial laga Jacky, Deru Debu ini.

Ari mengaku memang agak selektif kalau mau menerima peran. Tak hanya peran, untuk genre pun dia berusaha tak gampang menerima begitu saja. “Saya lebih suka babak-belur main film atau sinetron eksyen ketimbang main di genre horor,” ungkap pemegang sabuk merah Taekwondo ini.

”Anti sih, nggak, cuma secara pribadi saya memang nggak pernah nonton film horror. Saya lebih suka science fiction,” jelas pemilik album Satu yang Pasti bersama Cool Colours tahun 1999 lampau. ”Bagi saya film ini termasuk science fiction, tapi mungkin di Indonesia kategori ini belum terlalu ada, jadi masuknya kategori horor fantasy,” jelasnya.

Bisnis Restoran

Selama beberapa tahun terakhir, model majalah dan pesinetron yang juga sempat menyanyi ini lebih sering disebut namanya sebagai pengusaha restoran. Dia mendirikan resto masakan Cina, dengan nama Uncle Mao’s pada November 2015 lalu.

“Bisnis makanan ini berawal dari hobi makan. Kebetulan aku sangat suka makan Chinese dan Western, jadi aku sudah lumayan banyak mencicipi beraneka macam makanan Chinese dan Western. Akhirnya aku bikin restoran yang konsep sajiannya Asian food dan Western,” kata Ari, ditemui di Restoran Uncle Mao’s, di Mayapada Tower 2 kawasan Sudirman, Jakarta.

Dalam menekuni bisnis kulinernya, Ari Wibowo tak ragu melayani pelanggan di restoran miliknya itu. Dia sering memberikan kejutan ketika tahu tahu ikut menemani pengunjung, terutama para penggemarnya yang datang ke restonya. Kebanyakan pengunjungnya memang cewek cewek, yang ingin makan siang sembari berharap ketemu dengannya.

Ayah dua anak dan suami dari Inge Anugerah yang dinikahinya Juli 2006 lalu ini menuturkan untuk makanan Chinese food terdapat empat jenis noodle dan tiga jenis nasi. Sedangkan untuk Western dikombinasikan dengan kaldu yang rasanya kebarat-baratan. “Aku yakin kalau konsep ini sesuai lidah orang Indonesia,” jelasnya.

Ari Wibowo memastikan restoran miliknya beda dari lainnya. Karena di Uncle Mao’s para pelanggan bisa mengkreasikan makanan dasar dengan varian lainnya sesuai dengan selera pelanggan.

“Di sini nggak cuma menyediakan mie dan nasi saja. Kita juga memberikan banyak pilihan rasa dan jenis lauknya, seperti ikan, daging dan lainnya. Intinya kita menyediakan 750 variasi makanan. Jadi para pelanggan bisa menyesuaikan dengan lidahnya,” ujar Ari Wibowo.

Kesuksesannya di kuliner di gedung Mayapada Tower 2 – Jl. Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, dibuktikan dengan membuka resto yang ke dua di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Meski demikian, naluri lamanya di depan kamera tak bisa ditinggalkan. Itulah sebabnya ketika ada tawaran main, dia mengambilnya.

Dalam aksi comback-nya di layar lebar, bersama Amarta Pictures, Ari bermain bersama aktor dan aktris berbakat, seperti Rendy Kjaernett, Olivia Jensen, Inzalna Balqis, Chicco Kurniawan, Ben Jeffrye, Irna Mills, Olga Lydia, Agastya Kandou, Jesyca Marlein, Novinta Dhini, Agus Mahesa dan Famisa Yusuf. (ali)

Let's block ads! (Why?)