JAKARTA – Sebuah film berlatar belakang era kolonial dengan gaya kekinian, mengusung historia romansa percintaan berjudul ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’, akan mewarnai insdustri film bioskop tanah air mulai 26 Juli nanti.
Film produksi Xela Pictures ini digarap oleh sutradara senior Adisurya Abdy, dibintangi Amanda Rigby, Tara Adia, Haniv Hawakin dan sejumlah aktor-aktris senior seperti Anwar Fuady, George Taka, Roweina Umboh, Rency Milano, Tio Duarte, Septian Dwi Cahyo dan lainnya. Syuting di Tiongkok dan Indonesia.
“Kami melihat potensi penonton film dengan latar belakang sejarah sangat besar. Selain itu dengan latar belakang budaya dan kultur, kami ingin mempromosikannya ke mancanegara, termasuk Tiongkok,” ujar Alexander Sutjiadi, produser.
Sementara sang kreator, Adisurya Abdy menjabarkan, dia memang tidak ingin membuat film sejarah. “Tetapi saya membikin film yang menggambarkan situasi yang konon pernah terjadi di jaman kolonial yaitu tentang gedung yang penuh dengan skandal,” ungkapnya.
“Saya ingin menawarkan sesuatu yang berbeda dengan format kekinian, tetapi unsur-unsur historisnya tetap terpenuhi, sehingga memberikan generasi baru untuk banyak mengetahui sejarah yang belum terungkap,” imbuhnya.
Film ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’, bercerita tentang seorang mahasiswa bernama Fei, melakukan riset di kota tua Batavia. Fei didatangi gadis blasteran Belanda-Jepang bernama Sara.
Suatu hari setelah pulang dari Shanghai, Fei kembali mendatangi gedung museum Jakarta bernama Museum Fatahillah. Tiba-tiba Sara kembali muncul dan tanpa disadari membawa Fei masuk ke lorong waktu menuju abad 17.(ali/mb)