AULIA tak menyangka, dirinya kini berada di panggung semegah panggung Dangdut Academy 4 (DA4) Indosiar. Ia bertekad ingin membanggakan orant tuanya dan mengharumkan nama kota kelahirannya, Pontianak, seperti Weni DA3 yang juga menjadi juara di Dangdut Aacademy Asia 2.
“Semoga aulia bisa seperti kakak bangga kan orang tua,” tulisnya di akun Instagramnya @da4_aulia17.
Dibalik sosok cerianya, Aulia ternyata menyimpan kisah pilunya. Ya, Aulia memang sempat merasakan sedihnya dipanggil dengan sebutan “anak pemulung” oleh teman-teman sekolahnya dulu. “Dulu Ayah bekerja sebagai pemulung dari Aulia kecil sampai Aulia kelas 3 SD. Bapak biasanya menggunakan sepeda saat mencari sampah plastik,” ujarnya. “Aulia nggak malu (dikatai anak pemulung), hanya saja namanya anak kecil jadi suka sedih kalau dikatai anak pemulung,” akunya.
Namun, Aulia tak mau larut dalam kesedihan karena ejekan yang diterimanya. Ia Justru menjadikannya sebagai motivasi untuk menunjukkan prestasi, melalui kemampuannya berolah vokal. “Aulia suka menyanyi dan mengharumkan nama sekolah, jadi akhirnya guru-guru Aulia juga menghormati Aulia,” kisahnya.
Aulia merupakan alumni SMA 6 Pontianak Timur. Perjalanan Aulia hingga mencapai babak tiga besar tidaklah semudah yang dibayangkan. Mulai dari menjual barang-barang miliknya hingga akhirnya keluarga harus merelakan kulkas di rumah mereka dijual untuk membiayai keberangkatan Aulia ke Jakarta.
Keberuntungan demi keberuntungan terus berdatangan. Aulia yang sempat tersenggol pun akhirnya kembali ke panggung DA4 setelah memenangkan babak wildcard dan melaju ke babak tiga besar DA4. (embun)