YOGYAKARTA – Meski banyak yang menangis setelah menonton, film ‘Kartini’ memiliki magnit yang terus mendatangkan pecinta film nasional. Produser Screenplay Pictures mengungkapkan, sejak beberapa hari sebelum Hari Kartini tanggal 21 April, bioskop-bioskop di berbagai penjuru Indonesia telah dipadati oleh perempuan-perempuan yang hendak nonton bareng film Kartini.
Penonton itu berasal dari kalangan remaja hingga ibu-ibu. Semua antusias menyaksikan film arahan Hanung Bramantyo dan dibintangi deretan bintang papan atas, utamanya Dian Sastrowardoyo dan Christine Hakim itu.
Artis juga mendapat undangan nobar (nonton bareng) dari berbagai instansi, korporasi dan perusahaan yang khusus menayangkan film biopic sosok pejuang emansipasi itu bagi para karyawan/watinya.
Di Yogyakarta, pekan lalu, artis Dian Sastrowardoyo berkesempatan untuk nonton bareng dengan perempuan yang berprofesi sebagai pengemudi transportasi online, GoJek.
“Bagus banget film ini. Saya jarang sekali nonton film yang bisa bikin saya menangis haru seperti ini,” kata salah satu penonton usai menonton.
Pesona film ini bukan hanya pada akting total Dian Sastro dan Christine Hakim, melainkan juga pada Ayushita Nugraha dan Acha Septriasa. Didukung aktor kawakan Dedy Sutomo dan Reza Rahadian.
Film ‘Kartini’ bukan sekadar drama dengan setting masa lalu, namun juga penyadaran betapa pentingnya pendidikan bagi generasi muda.
Sebelumnya film Kartini menuai pujian dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Indah Parawangsa dan presenter Nazwa Shihab.
“Saya jadi kenal sisi Kartini yang selama ini belum saya ketahui. Saya mau ajak anak perempuan dan semua keluarga saya untuk nonton film ini,” penonton lainnya memberikan komentar usai menyaksikan film itu.
Sementara itu Dian Sastro mengklarifikasi insiden penepisan tangan yang tak sengaja dilakukannya hingga mengecewakan penggemarnya, dan kemudian ramai di media sosial.
“Sejujurnya itu hal yang tak disengaja. Ada seseorang dari belakang yang tiba-tiba memegang badan saya, dan karena kaget serta refleks, saya menepis dan menghindar. Saya tidak bermaksud tidak ramah atau tidak sopan,” jelas Dian Sastro. – dms