Rabu, 01 Agustus 2018

Syamsul Fuad Menolak Disebut Penyebab ‘Benyamin Biang Kerok’ Sepi Penonton

JAKARTA – Syamsul Fuad, penulis naskah film ‘Benyamin Biang Kerok’ versi 1972 menolak disebut sebagai penyebab film ‘Benyamin Biang Kerok’ (versi terbaru) tidak laris di pasaran sehingga menimbulkan kerugian di bagi pihak Falcon Film dan MAX Picture yang memproduksi film tersebut.

“Pemberitaan baru meluas setelah tergugat mengajukan gugatan ke PN PJakarta Pusat pada 5 Maret 2018. Sedangkan filmnya sudah diputar sejak 1 Maret 2018,” ujar Syamsul Fuad kepada poskotanews.com, Rabu (1/8/2018)

Dalam jawaban Syamsul sebagai tergugat atas pernyataan penggugat yakni Falcon Film dan MAX Picture, yang ditujukan kepada Ketua pengadilan Negeri Jakarta Pusat, lelaki 82 tahun ini juga mengatakan, bahwa penggugat telah salah dalam menafsirkan surat pelimpahan yang ada. “Surat perjanjian tersebut adalah surat pelimpahan hak edar, bukannya hak untuk memproduksi kembali,” jelas mantan wartawan ini.

Syamsul juga menyebut jika tuntutan ganti rugi Ro10 miliar yang diajukan penggugat, sangat tidak beralasan.

“Kalau memang target enam juta penonton tidak bisa mereka capai, ya karena film tersebut tidak bisa memenuhi harapan penonton,” ujar lelaki yang lebih akrab disapa Fuad ini. (mb)

Let's block ads! (Why?)