Jumat, 21 Desember 2018

Ingin Nonton Slank Tak Punya Duit, Tujuh Cewek Asal Jepara Ini Ngamen Dulu

JAKARTA – Puluhan Slankers dari luar daerah memadati Markas Slank di Jalan Potlot III, Durentiga, Jakarta Selatan. Mereka datang untuk selanjutnya menonton konser Slank yang diselenggarakan di GBK, Senayan, Minggu (23/2/2018).

Pantauan Poskotanews.com, puluhan Slankers ini duduk dan tiduran beralaskan kardus serta kain di depan Markas Slank. Kebanyakan dari mereka berumur 15-24 tahun.

Mereka kompak beratribut Slank. Puluhan Slankers ini datang dari luar daerah, salah satunya Fani Setiawan (16). Ia merupakan Slankers dari Jepara, Jawa Tengah.

Fani datang ke Markas Slank bersama tujuh rekannya. Ia datang ke Jakarta dengan cara menumpang-numpang dengan kendaraan yang lewat.  “Naik ya BM-an (ngeteng atau numpang-numpang),” ucapnya kepada Poskotanews.com di lokasi, Jumat (21/12/2018).

slank jepara2

Tiga hari lamanya mereka pergi menuju ke Jakarta dari Jepara. Rencananya, Fani dan teman-teman akan tidur di pinggir jalan depan Markas Slank. “Di sini tidurnya, di depan markas Slank di pinggir jalan bareng-bareng,” katanya.

Meski begitu, Fani beserta tujuh temannya itu belum memiliki tiket untuk menonton band kesayangannya sejak kecil tersebut. Sebab, uang yang ia genggam saat ini tidak cukup. “Tidak punya uang. Belum terkumpul dananya,” ujarnya. “Tapi Insya Allah bisa nonton,” sambungnya.

Mereka tetap nekat pergi ke Jakarta karena fans berat dengan Slank. Di sisi lain, ia juga ingin berkumpul dengan Slankers lainnya yang juga banyak datang dari luar daerah. “Ya namanya pengin ke sini, kumpul-kumpul,” paparnya.

Untuk mendapatkan uang agar bisa membeli tiket, mereka akan mengamen. Meski begitu, apabila masih tidak cukup, mereka pasrah dan hanya menunggu konser Slank selesai di depan gerbang GBK saja. “Tapi kalau tetep tidak ada (uang) ya tunggu di gerbang di lokasi. Pokoknya demi Slank kita datang,” paparny.

Tak hanua Fani, di lokasi yang sama juga ada Slankers dari luar daerah lainnya. Kali ini dari Malang, Jawa Timur. Ia adalah Umam (18). Umam datang bersama belasan temannya.

Sama seperti Fani, mereka datang ke Jakarta dengan cara menebeng dari Malang. Mereka pun juga ingin menginap di depan Markas Slank. “Berangkat dari hari Rabu kemarin,” kata Umam.

Umam dan kawan-kawan juga belum memiliki tiket. Mereka tidak memiliki uang. Saat berbincang dengan Poskotanews.com saja mereka makan empat nasi bungkus dengan lauk seadanya secara beramai-ramai.

Nasi yang berlaskan kertas itu ditaruh di aspal jalan. Satu botol air mineral ukuran besar pun jadi tenggakan mereka ramai-ramai.  “Nonton atau tidak, yang penting kita di sini untuk Slank,” tandas Umam. (cw6/win)

Let's block ads! (Why?)