JIKA masih ada sosok ibu pejabat Orde Baru dengan penampilan khas: sanggulnya tinggi, masih aktif terlihat di publik hingga kini, salahsatunya adalah Linda Gumelar. Isteri dari LetJend. (Purn) Agum Gumelar yang pernah menjadi Menteri PPP & A atau Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (2009 – 2014) ini masih sibuk dengan berbagai kegiatan, tak hanya memperjuangkan perempuan, yayasan kanker payudara, melainkan juga seni dan budaya Nusantara.
Terlahir sebagai Linda Amalia Sari, Sip., di Bandung, Jawa Barat, 15 November 1951, di usianya yang ke 66 kini masih aktif, bukan hanya di perjuangan kewanitaan melainkan juga kebudayaan.
Siang kemarin Linda hadir di The New Sultan Ballroom – Hotel Sultan dalam event ‘Rumah Pesona Kain’ dalam rangka Hari Batik Nasional 2018. Dia menyerahkan bunga kepada para sponsor.
Keterlibatannya dalam urusan kain warisan Nusantara hanya salah satu dari banyak kegiatan Linda Gumelar dalam pelestarian seni dan budaya Indonesia.
Dia juga dikenal sebagai Ketua Umum Paguyuban Citra (Cinta Nusantara), yang didirikan sang suami, Agum Gumelar, dan dikenal sebagai paguyuban yang memiliki perhatian yang lebih terhadap kesenian Indonesia. Sudah 17 kali, paguyuban yang dikelolanya mengadakan lawatan giat memperkenalkan megahnya kesenian milik bangsa ini ke berbagai penjuru dunia, dari mulai Asia, Eropa hingga Amerika Latin.
Paguyuban Citra akan menampilkan kesenian khas Indonesia mulai dari tarian, nyanyian, alat musik, hingga fashion. Mereka bakal menampilkan seluruh pertunjukan di depan tamu VIP KBRI, yang terdiri dari para duta besar.
“Setiap kali tampil kami pasti selalu membawa kain warisan Nusantara, entah itu songket ataupun batik,” ujar Linda Gumelar, Ketua Umum Paguyuban Citra.
Penampilan grup yang diboyong Linda Gumelar pernah mendapatkan ‘standing applause’ saat tampil di San Fransisco, Amerika Serikat (AS) saat diundang oleh Wali Kota setempat menjadi pengalaman paling berkesan bagi paguyuban ini. “Saat itu kita tampil di lapangan paling besar di sana selama dua jam penuh. Setelah selesai kita dapat standing applause, semua orang suka,” tutur Linda Gumelar
Penampilan Paguyuban Citra di berbagai negara merupakan salah satu langkah anak bangsa memperkenalkan kebudayaan Indonesia di dunia Internasional.
Dengan menggandeng para generasi muda, Paguyuban Citra berharap kekayaan kesenian Indonesia bisa lestari. “Seluruh anggota paguyuban ini berasal dari para anak-anak SMA. Kita tidak menyangka bahwa mereka bersungguh-sungguh dalam latihan sebelum pentas,” imbuh Linda.
SELEPAS dari jabatannya sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Kabinet Indonesia Bersatu II (2009 -2014) dan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) periode 2004-2009, tak berarti dia menganggur dan momong cucu, melainkan tetap sibuk.
Sebagai pendiri Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dia membesuk dan membesarkan hati Ny. Nita Octobijanthy, isteri Indro Warkop, yang divonis mengidap kanker paru-paru stadium 4 sejak tahun 2017 lalu. Linda Gumelar sendiri adalah mantan pengidap kanker payudara, sehingga bisa merasakan apa yang diderita almarhumah.
Linda berjuang melawan penyakit kanker payudara jenis ganas, selama lima tahun (1996 – 2001), bahkan sempat berobat ke Belanda, diantar oleh aktris Rima Melati yang juga mengidap penyakit yang sama. Dari pengalamannya itu, bersama empat kawannya, Linda membentuk Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI).
Linda Amalia Sari adalah puteri dari ayah yang berdarah Melayu-Jawa dan ibu yang berdarah Minang-Batak. Ayahnya, Letjen. (Purn.) Achmad Tahir dikenal sebagai salah satu tokoh militer Indonesia dan pernah menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dalam Kabinet Pembangunan IV.
Ibunya Rooslila Simanjuntak Thahir adalah seorang pejuang, wartawan, dan politisi yang beberapa kali menjadi anggota DPR.
Linda menikah dengan Letjen (Purn) Agum Gumelar, yang pernah menjabat Menteri Perhubungan pada Kabinet Gotong Royong dan tokoh militer dan politik Indonesia. Salah satu menantu mereka dikenal sebagai atlet bulu tangkis nasional, yaitu Taufik Hidayat.
Cerita tak terlupakan ketika dia mendapat jabatan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (2009). Saat menerima telepon dari Istana Negara, di rumahnya dia langsung memberikan telepon kepada Agum Gumelar, suaminya. Dia pikir suaminya yang dipanggil istana. Dia sempat kaget dan bingung ketika telepon dari istana itu ditujukan untuknya dan dia sendiri yang ditunjuk menjadi menteri.
Linda Gumelar adalah wanita sibuk, apakah di pemerintah atau di luar. Di bidang aktifis perempuan atau seni dan kebudayaan. Penyakit kanker payudara yang ganas tak mampu menghentikannya. – dimas